Selasa, 29 Oktober 2024

Perjalanan Saya dalam PembaTIK Tahun 2024 : Berbagi & Berkolaborasi dalam Inovasi TIK di Pembelajaran

 







Salam!

Saat ini, tantangan di dunia pendidikan semakin beragam. Untuk menghadapi segala tantangan di masa depan, banyak sekali keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa, salah satunya adalah kemampuan untuk berkolaborasi dengan sesama. Dengan kolaborasi, harapannya segala tantangan dan kesulitan dapat dihadapi dengan lebih mudah dan cepat.

Namun, hal tersebut menghadapi kesulitan yang amat nyata sekarang ini. Dengan adanya gawai di tangan masing-masing siswa ternyata malah makin menjauhkan siswa dari praktik kerjasama dan kolaborasi khususnya di kelas. Siswa menjadi semakin individualis dan mungkin bahkan tidak kenal satu sama lain, tenggelam dalam dunianya sendiri.

Terlebih, pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (student-oriented) mutlak menjadi sebuah keharusan. Peserta didik diminta untuk bisa menginisiasi dan memunculkan konsep-konsep yang dibahas di ruang kelas oleh dirinya sendiri. Peran guru sebagai pendidik sebagai fasilitator sangat besar untuk dapat mewujudkan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik.

Mewujudkan pembelajaran yang kolaboratif menjadi tantangan sendiri bagi pendidik. Ditambah pula tantangan untuk mengaktifkan peserta didik sehingga pembelajaran berpusat kepada peserta didik Salah satu strategi yang digunakan adalah inovasi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Pemanfaatan aplikasi yang tepat akan dapat mewujudkan harapan guru untuk menghadapi tantangan ini dengan baik.

Oleh karena itu, dalam kegiatan PembaTIK tahun 2024 saya mencoba membuat inovasi dalam pemanfaatan TIK di pembelajaran khususnya di mata pelajaran Matematika. Saya mencoba mengintegrasikan Quizizz khususnya dengan penggunaan Fitur Team Mode untuk mewujudkan pembelajaran yang kolaboratif dan berpusat kepada peserta didik.

Tampilan fitur Team Mode pada Quizizz

Siswa berkolaborasi secara berkelompok menggunakan aplikasi Quizizz


Hal lain yang saya lakukan adalah saya membuat media pembelajaran dalam bentuk audio. Menurut saya, media pembelajaran yang baik dan menumbuhkan semangat belajar kepada siswa adalah media belajar yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, saya buat konten audio pembelajaran untuk mata pelajaran matematika dan saya unggah di Spotify. Tidak lupa saya publikasikan kepada siswa agar peserta didik merasakan manfaatnya.

Podcast ASIKMATIKA, konten audio pembelajaran di Spotify

Siswa mengakses konten audio pembelajaran di Spotify

Melihat animo yang baik dan reaksi siswa yang antusias dengan pengalaman belajar ini, saya mencoba untuk membagikan apa yang telah saya lakukan kepada Bapak dan Ibu guru lainnya. Saya mulai dengan berbagi melalui Webinar di Sahabat Pembatik DKI Jakarta 2024. Pada tanggal 21 Oktober 2024, saya dan empat orang Sahabat Teknologi Jakarta lainnya membagikan praktik baik dari apa yang kami lakukan di kelas kami masing-masing. Alhamdulillah..respon peserta amat positif, terbukti dari partisipan yang ternyata ada juga yang berasal dari luar Jakarta seperti dari Banten dan Sumatera Utara. Sebuah pengalaman baru untuk saya karena pada Webinar tersebut saya pun bertugas menjadi MC. Weww..


Flyer webinar kelompok kami pada Webinar Seri ke 2 Sahabat Teknologi Jakarta 2024


Orang ganteng sedang beraksi

Tentu tidak sopan dan tidak afdol rasanya jika saya tidak berbagi ke rekan sejawat saya, guru matematika di SMAN 20 Jakarta. Pada hari Rabu, 23 Oktober 2024 saya mengajak rekan-rekan guru di MGMP Matematika SMAN 20 Jakarta untuk berdiskusi santai tentang praktik pembuatan konten audio pembelajaran di mata pelajaran matematika. Diskusi berjalan sangat menarik karena rekan-rekan saya merasa tertarik dengan ide ini. Harapan saya, pembelajaran matematika di SMAN 20 Jakarta menjadi lebih menarik dan memotivasi siswa untuk menyukai dan lebih semangat belajar matematika.

Flyer kegiatan berbagi praktik baik di MGMP Matematika SMAN 20 Jakarta

Diskusi yang hangat dan seru bersama rekan sejawat

Tantangan untuk mewujudkan pembelajaran kolaboratif di SMAN 20 Jakarta tentunya juga dirasakan oleh Bapak Ibu guru hebat di SMAN 20 Jakarta. Oleh karena itu, saya mencoba berbagi praktik baik bagaimana memanfaatkan TIK untuk mewujudkan pembelajaran kolaboratif yang telah saya lakukan di kelas kepada rekan-rekan guru SMAN 20 Jakarta. Saya ajak Bapak Ibu juga merasakan keseruan pembelajaran kolaboratif ini selayaknya peserta didik. Alhamdulillah..respon Bapka Ibu guru sangat positif. Harapannya ide ini dapat dimanfaatkan Bapak Ibu guru sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAN 20 Jakarta.


Flyer kegiatan berbagi praktik baik Komunitas Belajar SMAN 20 Jakarta

Berbagi dengan rekan-rekan guru SMAN 20 Jakarta
 

Harapan saya pribadi, kegiatan baik seperti ini terus dapat dilaksanakan dan didukung penuh di Indonesia. Dengan banyaknya ide-ide baik yang dibagikan, tentunya akan menginspirasi pendidk-pendidik untuk mewujudkan inovasi di kelas masing-masing khususnya dengan inovasi pemanfaatan TIK di kelas. Semoga dengan demikian, kualitas pendidikan di Indonesia menjadi terus meningkat dan jauh lebih baik.


PembaTIK Level 4 2024 Eps 5 : Berbagi Lagi Dong! Komunitas Belajar SMAN 20 Jakarta



Salam!

Mewujudkan pembelajaran kolaboratif antar peserta didik adalah salah satu tantangan pendidik, tidak terkecuali Bapak Ibu guru hebat SMAN 20 Jakarta. Kami selalu mengeskplorasi tentang bagaimana caranya pembelajaran kolaboratif dapat tercipta di kelas. Memanfaatkan TIK untuk mewujudkan itu menjadi tantangan tersendiri. Pemanfaatan TIK memang sudah digunakan di kelas, namun untuk mewujudkan pembelajaran yang kolaboratif antar peserta didik? Memang bisa?


Saya mencoba berbagi dengan rekan-rekan sejawat saya, para penghuni Ruang Guru yang nyaman di SMAN 20 Jakarta untuk bersama-sama mempelajari ide mewujudkan pembelajaran kolaboratif dengan pemanfataan TIK di kelas. Saya mencoba membagikan pengalaman saya menggunakan aplikasi Quizizz di mata pelajaran matematika di kelas yang ternyata respons siswa sangat positif. Siswa terlihat sangat bersemangat, saling bekerjasama dan tentunya tidak ada siswa yang leha-leha atau meminjam istilah anak-anak yaitu beban tim. Saya berencana untuk mengajak Bapak Ibu untuk merasakan juga serunya pembelajaran ini layaknya menjadi peserta didik di kelas.

Komunitas Belajar SMAN 20 Jakarta rutin melaksanakan kegiatan berbagi praktik baik yang didaftarkan di Platform Merdeka Mengajar. Saya berkolaborasi agar manfaat pembelajaran ini dapat terjangkau lebih luas namun tetap fokus kepada rekan-rekan guru saya. Kami laksanakan kegiatan ini di Ruang Guru SMAN 20 Jakarta. Meskipun ada beberapa rekan guru yang sedang dinas dan kegiatan lainnya, namun peserta kegiatan tampak sangat antusias. Terlebih ketika memasuki sesi Uji Coba. Saya mengajak Bapak Ibu guru tidak hanya di Ruang Guru namun juga di Ruang Maya Google Meet untuk mencoba Fitur Team Mode di Quizizz. Kami memainkan permainan sederhana dan hasilnya sungguh luar biasa. Saya menyaksikan rekan-rekan saya aktif dan bersemangat. Mereka pun berkolaborasi secara alami dengan kelompoknya sambil berkompetisi. Sungguh pemandangan yang lucu sekaligus mengharukan bagi saya.


Alhamdulillah..tanggapan rekan-rekan saya Bapak Ibu guru hebat SMAN 20 Jakarta sangat positif. Ternyata masih banyak Bapak Ibu yang belum tahu fitur ini. Masih banyak yang belum memanfaatkan Quizizz secara maksimal atau secara berbeda di kelasnya. Harapannya, Bapak Ibu guru merasa tergugah dan jadi bersemangat untuk menerapkan penggunaan TIK - tidak harus Quizizz - di kelas masing-masing untuk mewujudkan pembelajaran kolaboratif. Demi tujuan mulia, meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas peserta didik SMAN 20 Jakarta. Aamiin..

PembaTIK Level 4 2024 Eps 4 : Berbagi Lagi! MGMP Matematika SMAN 20 Jakarta

 


Salam!

Aksi berikutnya yang kami siapkan adalah berbagi di komunitas masing-masing atau tempat kerja masing-masing atau kemana aja lah..hehe. Untuk saya, akan sangat tidak afdol dan tidak mantap rasanya jika saya tidak berbagi dengan Bapak Ibu rekan sesama Mathematics Ranger alias pejuang Matematika di SMAN 20 Jakarta. Tentunya dengan misi yang sama yakni meningkatkan taraf hidup dan derajat matematika sekolah kami tercinta, saya harus membagikan konsep baik yang sudah saya kreasikan ini ke rekan-rekan saya.

Susunan punggawa timnas pengajar matematika pada Tahun Pelajaran 2024/2025 adalah sebagai berikut : 

  • Bu Hj Nurjanah S.Pd, M.M - Lulusan IKIP Sumedang
  • Bu Imas Gandasari, M.Pd - Lulusan Universitas Negeri Malang
  • Pak M.Ismail Walid, M.Si.P - Lulusan Institut Teknologi Bandung
  • Om Seto Marsudi, S.Pd, Gr - Lulusan Universitas Negeri Yogyakarta

Terlihat jelas bahwa saya dibersamai oleh orang-orang hebat yang seluruhnya berkualifikasi ciamik dengan gelar S2. Saya? In sya Allah nyusul yak..hehe Meski demikian, tentunya kesulitan dan tantangan kami di sekolah tidak jauh berbeda. Oleh karena itu, dengan diskusi dan berbagi kami akan dapat menjadi lebih baik dan lebih kompak untuk mencapai tujuan bersama.

Saya berbagi tentang bagaimana saya membuat Konten Media Audio Pembelajaran Matematika pada materi Kombinatorika kepada Bapak dan Ibu rekan-rekan MGMP Matematika SMAN 20 Jakarta. Saya mencoba membagikan dan mempublikasikan karya saya di platform audio streaming populer yakni Spotify. Harapannya agar media tersebut dapat diakses oleh peserta didik dengan nyaman sehingga mereka bisa belajar di mana saja dan kapan saja. 


Kami melaksanakan pertemuan tersebut di Perpustakaan Vidyalaya SMAN 20 Jakarta yang nyaman. Pada hari itu, Pak Ismail berhalangan hadir karena ada tugas namun ternyata rekan-rekan mahasiswa PPL dari Mata Pelajaran Sosiologi Universitas Negeri Jakarta yang sedang praktik di sekolah kami tertarik untuk mendengarkan dan mengikuti materi. Sehingga Bu Rasmi dan Bu Putri ikut menyimak penjelasan saya tentang bagaimana membuat konten audio dan membagikannya ke peserta didik.

Alhamdulillah respon rekan-rekan sangat baik. Bu Imas dan Bu Nurjanah menyampaikan bahwa ide ini sangat menarik. Bu Rasmi dan Bu Putri juga sangat tertarik dengan ide konten audio ini. Harapan kami agar kualitas pembelajaran di SMAN 20 Jakarta dapat terus meningkat menjadi jauh lebih baik. Aamiin.. 


PembaTIK Level 4 2024 Eps 3 : Saatnya Berbagi ! Webinar Sahabat Pembatik Jakarta


 

Salam!

Tema besar untuk program PembaTIK kali ini adalah Berbagi dan Berkolaborasi maka tidak heran ketika fokus tugas kami peserta PembaTIK adalah untuk berkelompok, berkolaborasi dan berbagi dengan sebanyak-banyaknya khalayak. Kami diminta membuat rencana aksi terlebih dahulu sebagai panduan dan target pribadi untuk dapat berbagi sebanyak-banyaknya. Hal yang unik adalah bahwa kami belum pernah bertemu satu sama lain di dunia nyata, hanya bertemu secara tatap maya dalam waktu yang singkat saja namun kami diminta membuat kelompok sendiri-sendiri dan langsung bekerja sama. Sungguh tugas yang sangat menguji profesionalitas dan kemampuan bekerjasama antar peserta. Ya iya sih, jika kita mau murid berkolaborasi, masa iya gurunya engga bisa?Hehe

Alhamdulillah saya satu kelompok dengan rekan-rekan guru hebat yang ajaibnya, berasal dari SMP semua kecuali saya dan mengampu mata pelajaran yang berbeda dengan praktik dan kreasi yang berbeda pula. Hal yang baru kami ketahui setelah melakukan beberapa kali pertemuan secara daring untuk membahas persiapan Webinar. Kami harus bergerak dan bekerja secara cepat. Hal ini dikarenakan kelompok kami adalah kelompok yang tampil di urutan kedua. Luar biasa.
Berikut adalah susunan timnas kelompok 2, kelompok kami :

  • Abang Iqbal Al Khoarizmi - Guru Seni Budaya - SMPN 91 Jakarta
  • Mpok  Agustina - Guru IPA - SMPS Dharma Budhi Bakti
  • Mpok Yunisah - Guru Bahasa Inggris - SMPN 204 Jakarta
  • Mpok Widhi Megasari - Guru Pendidikan Agama Islam - SMPN 90 Jakarta
  • Abang ganteng Seto Marsudi - Guru Matematika - SMAN 20 Jakarta

Tentunya kami didampingi oleh mentor, coach, mpok yang luar biasa yakni Mpok Syamsiah, Duta Teknologi Kemendikbudristek tahun 2017. Sedapp..



Setelah menyiapkan materi presentasi masing-masing dan melakukan Gladi Resik, kami pun siap melakukan Berbagi Praktik Baik melalui Platform Merdeka Mengajar di Komunitas Sahabat PembaTIK DKI Jakarta. Tebak siapa yang menjadi MC pada Webinar ini? Yak, orang tampan stok terakhir inilah yang menjadi MCnya. Hehe


Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Masing-masing rekan saya sangat luar biasa dalam penyampaian materi. Saat kumpul kelompok, mereka mengatakan bahwa mereka grogi dan tidak biasa. Lah apaan..ini mah udah expert semua..Untuk saya, ya tentunya dibalik peserta terpana dengan ketampananan saya, hehe bercanda. Alhamdulillah peserta memberikan respon positif. Setelah kami cek di daftar hadir ternyata ada 140 peserta yang mengisi daftar hadir! Waow! Lebih-lebih lagi bahwa beberapa peserta berasal dari Luar Jakarta. Buset..


Saya pribadi mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan-rekan kelompok saya yang muanteb pol. Terimakasih kepada Mpok Syamsiah yang mendampingi dan memberi masukan-masukan yang berharga. Terimakasih kepada Abang Mpok Keluarga Sahabat Teknologi Jakarta yang mendukung selalu. Semoga kegiatan seperti ini bisa kami laksanakan lagi, saya bisa merasakan kembali. Ternyata seru ya berbagi dan berkolaborasi dengan pendidik hebat yang memiliki tujuan sama?Lelah pun tidak terasa. Mantap!







PembaTIK Level 4 2024 Eps 2 : Kuliah Umum

 Salam!

Melanjutkan postingan sebelumnya, saya berencana membuat perjalanan saya dalam PembaTIK Level 4 ini ke dalam episode-episode. Kenapa? Ya karena saya merasa bahwa perjalanan di program ini serasa seperti episode-episode di film series di hidup saya. Efek keseringan nonton series di Netflix nih..hehe

Setelah kami melaksanakan konsolidasi dengan sesama peserta dari DKI Jakarta, sekarang saatnya kami mengikuti materi bersama dengan Sahabat Teknologi (peserta PembaTIK level 4) dari seluruh Indonesia. Tema besar yang dibahas adalah " Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence". Sedapp..


Keseluruhan materi yang dibawakan pemateri memang terasa berat untuk saya, ya namanya juga kuliah..hehe terlebih dengan konsep AI (Artificial Intelligence) yang masih baru untuk saya, apalagi jika diintegrasikan dengan pembelajaran di kelas. Jadi double, eh triple kill dah mantep banget materinya. Cocok untuk level 4 yang sudah level terakhir di PembaTIK..Ciee..Anyway, saya merasa bersyukur bisa mengikuti materi di kuliah umum ini. Sekarang saatnya untuk berbagi dan berkolaborasi dengan rekan-rekan hebat pendidik lainnya. Nantikan di postingan selanjutnya yaa.. 



PembaTIK Level 4 2024 Eps 1: Welcome!

Salam!

Jadi, Kementerian punya program yang keren banget buat para guru. Program ini bernama "PembaTIK". Bukan..bukan bikin batik di kain batik gitu-gitu. Kepanjangannya adalah Pembelajaran Berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Siapa sih saat ini pendidik yang tidak menggunakan TIK di pembelajarannya? Bahkan rekan saya guru Olahraga pun ternyata juga memanfaatkan TIK di pembelajarannya loh. Oleh karena itu, program ini tentunya bermanfaat banget buat para pendidik di Indonesia. Belajar mandiri sekaligus menembus batas kemampuan diri. Sejauh apa sih kita paham dan bisa mengkreasikan TIK? Itu yang menjadi salah satu alasan saya semangat mengikuti program ini dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2021 (eh apa 2020 ya?) Saya mengikuti Program ini saat masih Pandemi. Alhamdulillah maju sampai level 2 dan berakhir di sana. Saat itu saya juga lupa, kenapa engga lanjut ya? Ya itu lah..kemudian pada tahun-tahun berikutnya saya ketinggalan info atau lupa jadi tidak ikut program ini. Nah, pada tahun 2024 saya coba mengikuti program ini kembali. Meski di tengah gempuran tugas tambahan yang semakin buanyak. Dari sekolah ada, dari MGMP ada, bahkan dari Dinas Pendidikan juga ada. Buset..tapi ya itulah, saya ingin melihat sejauh mana kemampuan saya.

Alhamdulillah..tidak disangka. Kegiatan PembaTIK di 2024 yang saya ikuti ternyata bisa terus berlanjut hingga level 4! Level terakhir! Buset..lebih kaget lagi ketika melihat daftar peserta yang mengikuti ini. Dari provinsi DKI Jakarta ternyata hanya diambil 35 orang saja! Allahu..lah kok bisa ada muncul nama orang ganteng ini? Tentunya saya merasa sangat bangga sekaligus deg degan. Bagaimana jika saya paling ancur? Tapi saya coba ikuti saja dulu perjalanan ini, pasti bermanfaat saya yakin.

Kegiatan di Level 4 ini dimulai dengan perkenalan sederhana, namun belum semua peserta hadir di GMeet. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Konsolidasi antar sesama peserta dari DKI Jakarta dan mentor-mentor ngeriii, yaitu para Duta Teknologi Kemendikbudristek dari tahun ke tahun, yang wajahnya sering saya lihat di video-video Rumah Belajar. Ngerii banget dah!


Tuh kan, mentor-mentornya mantep mantep banget masya Allah..mungkin engga ya ada wajah ganteng saya di sana? Ahayy..hehe

Alhamdulillah kegiatan sinkronus berjalan lancar. Meski dilaksanakan di malam hari, hari Jum'at pula, dan saya mengikuti di Coffe Shop di Tangerang. Sampai tokonya hampir mau tutup coba, hehe. Tapi karena seru dan materinya asik, jadi tidak terasa. 


Tema level 4 kali ini adalah Berbagi dan Berkolaborasi, jadi kami diminta untuk bekerja sama untuk berbagai pihak untuk menyebarkan hal baik yang sudah kami praktikkan selama PembaTIK ini kepada guru-guru lain. Kami diminta membuat kelompok dan ditugaskan merancang kegiatan Berbagi Praktik Baik sebanyak-banyaknya. Saya share di postingan selanjutnya ya..

Terimakasih !

Senin, 28 Oktober 2024

Pembuatan Konten Audio Pembelajaran Matematika : Baru Nih?

Salam!

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan hasil kerja saya yakni membuat sebuah media pembelajaran matematika yang menarik dan bisa diakses dari mana saja dan kapan saja. Namun, karena banyaknya tugas yang saya miliki di sekolah, waktu yang saya miliki pun terbatas. Hal ini tentunya juga mungkin dialami oleh Bapak Ibu guru lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, saya mencoba membuat konten audio pembelajaran dengan suara saya sendiri dan saya unggah di platform audio streaming yakni Spotify.

Proses perekaman saya lakukan dengan gawai sederhana yang saya miliki. Saya hanya menggunakan handphone saya untuk merekam materi yang sudah saya siapkan sebelumnya. Selanjutnya, file audio tersebut saya edit dengan aplikasi Audacity dengan cara cut, copy dan paste semata. Tidak lupa saya sematkan audio yang lain dengan mempertimbangkan lisensi file tersebut yang gratis dan tidak berbayar. Setelah itu, saya unggah ke platform Spotify agar anak-anak mudah mengakses karena aplikasi tersebut sudah sangat erat di gawai peserta didik.

Tampilan Audacity

Tanggapan siswa ternyata sangat menarik dan beragam. Untuk mereka yang sering menggunakan Spotify, konten ini menambah varian audio yang mereka dengarkan, selain musik dan podcast. Kebanyakan siswa merasa bahwa konten ini unik dan merasa bermanfaat untuk mereka. Tugas dari kita untuk bisa menyiapkan materi yang menarik dan unik untuk dapat diceritakan dan dibuat konten audionya.

Bapak Ibu dan khalayak semua dapat mengakses konten audio saya di Podcast ASIKMATIKA di platform Spotify. Silahkan untuk mengakses podcast tersebut melalui  link ini : https://open.spotify.com/episode/0giB52kdJyVfoLcbbRbNWf


Tampilan Podcast saya di Spotify
Siswa mengakses Podcast ASIKMATIKA 

Apak konten audio pembelajaran matematika ini adalah hal baru? Saya pun kurang mengetahui hal itu. Namun, semoga hal kecil ini dapat memberikan warna segar dalam pengalaman belajar matematika peserta didik.



Pemanfaatan Quizizz untuk Mewujudkan Pembelajaran Kolaboratif

Salam!
Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tentang praktik baik yang telah saya lakukan di kelas saya, mata pelajaran matematika. Saya mencoba mewujudkan pembelajaran yang menumbuhkan kolaborasi antar peserta didik dan tentunya membuat peserta didik gembira. Sebuah hal yang cukup sulit mengingat mata pelajaran matematika masih menjadi hal yang menakutkan bagi peserta didik.

Saya mencoba menggunakan aplikasi Quizizz dan fitur Team Mode di dalamnya. Hal ini dikarenakan fitur tersebut dapat memfasilitasi siswa untuk mengevaluasi hasil belajarnya secara bersama-sama dalam sebuah kelompok acak yang ditentukan oleh Quizizz. Sebuah pengalaman baru bagi siswa yang tentunya pasti menarik untuk diterapkan.




Tampilan muka Quizizz dengan akun belajar.id

Tampilan Team Mode di Quizizz


Hasilnya sungguh menggembirakan. Anak-anak merasa bahagia dan senang belajar matematika menggunakan metode ini. Mereka bisa berkolaborasi dan berkompetisi untuk menjawab soal-soal yang diberikan. Sebuah hal yang patut dicoba oleh Bapak Ibu guru di manapun berada.




I am Back!

Selamat pagi dunia!
Waow tidak terasa sudah hampir 11 tahun sejak terakhir saya tulis di blog ini. Jika diibaratkan rumah, blog ini pastinya sudah penuh dengan sarang laba-laba, rumput-rumput tinggi, hantu di sana-sini, pokoknya yang serem-serem deh! Terimakasih kepada program PembaTIK yang telah membuat saya (memaksa saya) untuk kembali menempatkan jemari di keyboard, menghiasi kembali blog yang sudah usang ini. Mari kita ramaikan kembali! Yahoooo!


Update sedikit tentang kehidupan saya. Alhamdulillah..saat ini saya sudah menjadi Guru Matematika di sekolah! Yeayy! Jika sebelumnya saya berkisah tentang awal perjuangan saya bekerja di Bimbel Ganesha Operation, well..kisah tersebut berganti episode. Saat ini saya berkutat dengan remaja dan warna-warni kehidupannya di SMAN 20 Jakarta Pusat. Bagaimana ceritanya saya bisa terdampar di sini? Well, tar aja yak..hehe panjang banget kisahnya soalnya hehe.


Alhamdulillah..saat ini saya pun telah memulai keluarga saya sendiri. Kisah cinta saya berlanjut dengan manis. Memiliki pendamping yang paling cantik dan baik dunia akhirat serta dikaruniai dua orang peri-peri kecil nan manis yang mewarisi keabsurdan bapak dan ibunya. Masya Allah betapa bahagianya..Nanti ane ceritain yak cerita-cerita ajaib yang terjadi di rumah. Bikin geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum terharu punya anak cewek tuh. Pantesan ganjarannya Syurga ey..hehe

Sekian dulu dah ya. Nanti kita ceritain lebih banyak lagi. Saya berencana untuk menghidupkan kembali blog yang sempat mati suri belasan tahun ini. 

World! I am Back!!
 

Sabtu, 14 Desember 2013

Mission now: Kerja!!

Selamat pagi kawan-kawan semua.
Setelah sekian lama ga apdet en ga buka-buka internet (apalagi buka blog, socmed aja jarang), akhirnya ane berkesempatan bisa nulis lagi di blog ini.
Jadi ceritanya sekarag gw udah lulus kuliah S1 dalam waktu yg normal alhamdulillah yakni 4 tahun masa studi. Dan syukur alhamdulillah ga lama gw menganggur gw langsung dapet pekerjaan. Jadi saat ini gw statusnya adalah staf pengajar matematika di Ganesha Operation Cabang Tangerang.
Tentang kerjaan, well.. kalo mau jujur, gw lebih milih kerja di sini dibandingkan di sekolah-sekolah negeri atau swasta. Dilihat dari beban kerja, gw cuma kerja ngajar rata-rata selama 2 x 90menit perhari atau 2 sesi mengajar. Sisanya gw kudu standby ada di kantor buat memenuhi jam kerja 8 jam sehari, itupun karena gw udah jd pengajar kontrak, kalo pengajar freelance ga ada kewajiban kaya gitu. Dateng pas mau ngajar, trus mau pulang ya udah..
Belum lagi dengan ketiadaan kewajiban kudu bikin en ngurus administrasi buat ngajar seperti RPP, prosem, ngoreksi kerjaan siswa dan laen sbagainya. Singkat cerita, bekerja di sini menurut gw itu asik en nyante banget..dibandingin di sekolah.
Masalah gaji, jangan ditanya. Jumlahnya juauhh melebihi honor pengajar honorer di sekolah. Jadi, buat bujangan ting-ting kaya gw, upah kerja di sini bener-bener lebih dari cukup. Sekarang aja gw udah naik 4 kilo, dibandingin pas jaman-jaman gw lagi nyusun skripsi kemaren. E buseet..
Tapi gw ga bermaksud buat jelek-jelekin temen-temen yg memilih untuk langsung bekerja/ngajar di sekolah. Itu pilihan masing-masing en rejeki udah diatur sama Allah, gw yakin itu. Yang jelas, buat temen-temen yang masih galau en bingung buat kerja apa en di mana, gw saranin buat langsung bertindak. Langsung bergerak. Jangan ampe ilmu yang udah kita dapet membeku en ga guna tiada hasil. Mau ngajar di sekolah, di lembaga bimbel kaya gw, or bahkan membelok dari ilmu yg dipelajarinya di kampus, It's Okay. Yang penting ayo kita berkarya! Ayo kita mengabdi dengan cara kita masing-masing. Jangan kita tambahin angka-angka pengangguran sarjana di negeri ini.Ayo kita jadikan diri kita berguna bagi orang lain, bagaimanapun langkah yang kita tempuh, yang penting halal..hehe
So, buat temen-temen semua, ayo semangat!

Rabu, 05 Desember 2012

BELAJAR DENGAN INTUISI



Berfilsafat adalah olah pikir. Mengapa demikian? Karena dari sekian banyaknya yang ada dan mungkin ada di dunia ini, tentu kita tidak mampu memikirkan semuanya. Waktu kita bisa habis hanya untuk itu. Oleh karena itu, filsafat ada untuk membuat kita mempelajari mana yang pantas untuk dipikirkan dan mana yang tidak pantas untuk kita pikirkan. Untuk segala hal yang tidak kita pikirkan, dalam filsafat, semua itu dibuang atau diletakkan di rumah “Ephoce” yakni sebuah tempat imajiner dimana segala yang kita tidak pikirkan berada di sana.

Manusia hidup tentu harus berpikir. Segala yang ia lakukan harus didasari oleh pemikiran yang jernih. Namun, apakah harus selalu seperti itu? Apakah kita bisa melakukan sesuatu yang jelas tanpa berpikir? Ya, bisa. Hal tersebut oleh Prof. Marsigit dijelaskan sebagai mitos, yakni sesuatu hal yang sebenarnya tidak masuk akal namun tetap dijalankan atau dilakukan oleh manusia tanpa dasar alasan yang jelas atau logis. Dalam mitos, segala logika jadi layu di sana dan tidak berpengaruh. Lantas apa yang menggerakkan manusia sehingga bisa melakukan hal yang tidak logis seperti itu? Jawabannya yakni manusia menggunakan intuisinya.

Intuisi adalah hal yang alami dimiliki manusia. Semua orang memilikinya. Tidak hanya orang dewasa, sedari bayi pun kita telah memiliki intuisi tersebut. Bayi, meskipun ia tidak mengetahui definisi tentang besar dan kecil, ia tetap mampu membedakan mana objek yang besar dan mana yang kecil. Bayi, meskipun ia tidak diajarkan pengertian cantik dan tampan, ia tetap mampu mengetahui mana yang cantik dan mana yang tampan. Dan dari situlah pada awalnya manusia belajar. Manusia belajar pada awalnya dengan intuisi yang dibawa sejak lahir.

Dalam tulisan-tulisan Prof. Marsigit yang lain dalam blog beliau (powermathematics.blogspot.com), terdapat artikel dimana beliau mengkritik metode pengajaran matematika saat ini yang berlangsung di Indonesia. Dikatakan bahwa guru-guru melupakan aspek yang sangat penting yang ada di diri siswa yakni bahwa setiap siswa memiliki intuisi masing-masing. Memuntahkan segala ilmu yang dimiliki guru melalui obrolan panjang satu arah di dalam kelas adalah hal yang menyakiti siswa. Sebaiknya, guru mendisain sebuah kegiatan pembelajaran dimana siswa mampu aktif dan menggunakan intuisinya dalam menemukan kesimpulan atau konsep dari materi yang tengah diajarkan. Hal ini memang sulit, penulis pun mengakui hal itu karena telah mengalaminya, namun harus dilakukan karena secara alami melalui intuisi lah manusia belajar segala hal.

Sebagaimana yang dikatakan Prof. Marsigit, segala hal yang ada dan mungkin ada di dunia ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagaikan dua sisi koin logam. Mitos pun demikian, tidak selamanya ia buruk. Tidak selamanya informasi yang diba’iat (diputuskan) sebagai mitos adalah hal yang jelek. Ia pun memiliki kelebihannya sendiri. Apa kelebihannya? Bahwa manusia dapat belajar dari mitos tersebut. Mari kita ambil contoh, mitos tentang Ratu Nyi Roro Kidul di laut selatan pulau Jawa.  Terdapat banyak hal yang dilarang atau tidak dianjurkan untuk dilakukan di laut selatan seperti jangan memakai baju hijau karena hijau adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul, nanti ditarik ke dalam laut. Jika nelayan hendak melaut pun mereka tidak main-main, mereka meminta ‘izin’ dari Nyi Roro Kidul untuk melaut dan pulang dengan hasil tangkapan yang tidak semena-mena.

Apa yang dapat dipelajari dari mitos seperti itu? Pelajaran yang dapat diambil bahwa orang-orang menjadi menghargai laut. Mereka tidak memandang rendah laut sebagai kumpulan air semata, namun memperlakukannya seperti makhluk hidup lainnya yakni berlaku menghormati dan santun kepadanya. Kelestarian dan keindahan laut selatan pun terjaga dari keusilan manusia yang hendak mengotorinya. Ya, mitos-mitos semacam itulah yang membuat manusia urung mengotori laut. Dan masih banyak lagi mitos-mitos yang ada dan tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Segalanya jika kita lihat dari sisi lain, tentu mengandung kebaikan yang membuat manusia belajar. Belajar menggunakan intuisi, intuisi alami yang dimiliki manusia sejak lahir.

Pertanyaan untuk Prof. Dr. Marsigit:
Dapatkah kita mengajarkan matematika melalui mitos untuk membuat siswa belajar menggunakan intuisinya Pak? Bagaimanakah contohnya? Trims

Refleksi Perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika
Pendidikan Matematika Kelas Bilingual 2009
Rabu, 28 November 2012 jam 09.00-10.40 di ruang D01.104 FMIPA UNY
Pengampu: Prof. Dr. Marsigit, MA

Rabu, 21 November 2012

Tersesat di Ruang dan Waktu



Tiada maksud apa-apa untuk menyampaikan judul yang cukup nyeleneh. Ini hanya merupakan hasil refleksi dari perkuliahan Filasafat Pendidikan Matematika dengan Prof. Dr. Marsigit (Selamat kepada Bapak Marsigit yang telah memperoleh gelar Professor tersebut, sungguh membanggakan) waktu yang lalu. Pada perkuliahan tersebut beliau menyampaikan tentang bagaimana menembus ruang dan waktu. Semua yang ada di alam ini senantiasa menembus ruang dan waktu. Mulai dari manusia yang berfilsafat, manusia awam yang tidak berfilsafat, anak-anak, binatang, maupun tumbuhan, bahkan batu (oh ya, batu bung!) pun menembus ruang dan waktu. Jangankan apa yang dipikirkan, apa yang tidak dipikirkan pun menembus ruang dan waktu. Semua itu terjadi tanpa kita sadari, berlangsung dengan proses begitu saja. Itulah mengapa kita merasakan adanya masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

Ada tiga bekal yang dipertimbangkan untuk menembus ruang dan waktu yaitu:
1.      Paham tentang ruang dan waktu.
Ruang itu ada dimensi 0, 1, 2, 3, dan seterusnya sampai tak hingga. Kita memahami makna ruang dari aspek spiritualism. Para spiritualism membagi empat ruang, yaitu materialism, formalism, normatifsism, dan spiritualism. Segala sesuatu dapat menempati keempat ruang tersebut. Sedangkan waktu, ada waktu berurutan, berkelanjutan, dan berkesatuan.
2.      Memahami tentang adanya filsafat fenomenologi.
Fenomenologi diperlukan untuk menyebut bermacam-macam ruang dan waktu. Menurut Husserr, fenomenologi meliputi abstraksi dan idealisasi. Sebenar-benar manusia adalah abstraksi, yaitu hidup dengan memilih. Kita melihat hanya memilih yang depan saja, tidak bisa melihat belakang. Hanya memilih satu titik saja, tidak memilih ke banyak titik. Berbicara pun memilih, tidak bisa sekaligus. Inilah yang disebut dengan prinsip reduksi. Berpikirpun juga dengan abstraksi, hanya memilih satu hal. Hal-hal yang tidak kita pikirkan, kita buang/letakkan di rumah ephoce.
3.      Memahami tentang filsafat foundasionalism dan antitesisnya.
Fundasionalism berangkat dari definisi, aksioma, teorema, dan seterusnya. Kaum fundasionalism tahu dan selalu memikirkan kapan mulainya sesuatu. Tetapi, apa yang terjadi pada diri kita, sebagian besar tidak diketahui kapan mulainya. Itulah antitesis dari fundasionalism, yaitu intuisionalism. Banyak hal-hal yang bisa kita ketahui tanpa harus tahu definisinya. Contohnya, kita tidak tahu kapan kita bisa membedakan antara besar dan kecil. Manusia merupakan kaum fundasionalism sekaligus intuisionalism, maka disebut kontradiksi.

Terkadang banyak manusia yang tidak memahami bekal untuk menembus ruang dan waktu tersebut, sepertinya kebanyakan manusia bahkan tidak mengetahui hal-hal tersebut. Inilah keadaan yang saya pertanyakan sebagai keadaan tersesat di ruang dan waktu. Kita lihat di sekeliling kita banyak orang yang merasa dirinya hanya eksis di suatu masa saja, masa muda misalkan. Tidak menyadari bahwa fisik dan usia pun melewati ruang dan waktu atau dengan kata lain bahwa mereka tentu akan merasakan tua juga, dengan segala konsekuensinya. Kondisi dimana manusia tidak menyadari hakekat ruang dan waktu yang berlangsung di dirinya dan sekitarnya yang saya sebut sebagai tersesat di ruang dan waktu. Efek lainnya ialah kegilaan yang muncul akibat tidak bisa menafsirkan dimana ruang dan waktu ia berada sekarang, Bahkan ketika kita diam pun, ruang dan waktu terus berjalan dan berputar.

Dalam menyikapi hal tersebut, sebaiknya kita bisa mengatur waktu kita agar bisa efektif dan efisien. Menyadari hakikat adanya ruang dan waktu kemudian memanfaatkan sebaik-baik waktu dan ruang yang diberikan Allah kepada kita dengan sebaik-baiknya. Hal lain yang didapatkan adalah kita memikirkan sesuatu satu per satu, tidak sekaligus. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat mengerjakan sesuatu dengan fokus. Meninggalkan hal-hal yang tidak semestinya dipikirkan. Dengan begini, kita dapat meninggalkan keadaan ‘tersesat’ dan kembali ke jalan yang benar.

Pertanyaan untuk Prof. Dr. Marsigit:
Dapatkah manusia lepas dari keadaan tersesat dalam ruang dan waktu? Apa senjatanya Pak? Trims

Refleksi Perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika
Pendidikan Matematika Kelas Bilingual 2009
Rabu, 7 November 2012 jam 09.00-10.40 di ruang D01.104 FMIPA UNY
Pengampu: Prof. Dr. Marsigit, MA