Label

Tampilkan postingan dengan label Me and My Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Me and My Story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2024

Perjalanan Saya dalam PembaTIK Tahun 2024 : Berbagi & Berkolaborasi dalam Inovasi TIK di Pembelajaran

 







Salam!

Saat ini, tantangan di dunia pendidikan semakin beragam. Untuk menghadapi segala tantangan di masa depan, banyak sekali keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa, salah satunya adalah kemampuan untuk berkolaborasi dengan sesama. Dengan kolaborasi, harapannya segala tantangan dan kesulitan dapat dihadapi dengan lebih mudah dan cepat.

Namun, hal tersebut menghadapi kesulitan yang amat nyata sekarang ini. Dengan adanya gawai di tangan masing-masing siswa ternyata malah makin menjauhkan siswa dari praktik kerjasama dan kolaborasi khususnya di kelas. Siswa menjadi semakin individualis dan mungkin bahkan tidak kenal satu sama lain, tenggelam dalam dunianya sendiri.

Terlebih, pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (student-oriented) mutlak menjadi sebuah keharusan. Peserta didik diminta untuk bisa menginisiasi dan memunculkan konsep-konsep yang dibahas di ruang kelas oleh dirinya sendiri. Peran guru sebagai pendidik sebagai fasilitator sangat besar untuk dapat mewujudkan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik.

Mewujudkan pembelajaran yang kolaboratif menjadi tantangan sendiri bagi pendidik. Ditambah pula tantangan untuk mengaktifkan peserta didik sehingga pembelajaran berpusat kepada peserta didik Salah satu strategi yang digunakan adalah inovasi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Pemanfaatan aplikasi yang tepat akan dapat mewujudkan harapan guru untuk menghadapi tantangan ini dengan baik.

Oleh karena itu, dalam kegiatan PembaTIK tahun 2024 saya mencoba membuat inovasi dalam pemanfaatan TIK di pembelajaran khususnya di mata pelajaran Matematika. Saya mencoba mengintegrasikan Quizizz khususnya dengan penggunaan Fitur Team Mode untuk mewujudkan pembelajaran yang kolaboratif dan berpusat kepada peserta didik.

Tampilan fitur Team Mode pada Quizizz

Siswa berkolaborasi secara berkelompok menggunakan aplikasi Quizizz


Hal lain yang saya lakukan adalah saya membuat media pembelajaran dalam bentuk audio. Menurut saya, media pembelajaran yang baik dan menumbuhkan semangat belajar kepada siswa adalah media belajar yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, saya buat konten audio pembelajaran untuk mata pelajaran matematika dan saya unggah di Spotify. Tidak lupa saya publikasikan kepada siswa agar peserta didik merasakan manfaatnya.

Podcast ASIKMATIKA, konten audio pembelajaran di Spotify

Siswa mengakses konten audio pembelajaran di Spotify

Melihat animo yang baik dan reaksi siswa yang antusias dengan pengalaman belajar ini, saya mencoba untuk membagikan apa yang telah saya lakukan kepada Bapak dan Ibu guru lainnya. Saya mulai dengan berbagi melalui Webinar di Sahabat Pembatik DKI Jakarta 2024. Pada tanggal 21 Oktober 2024, saya dan empat orang Sahabat Teknologi Jakarta lainnya membagikan praktik baik dari apa yang kami lakukan di kelas kami masing-masing. Alhamdulillah..respon peserta amat positif, terbukti dari partisipan yang ternyata ada juga yang berasal dari luar Jakarta seperti dari Banten dan Sumatera Utara. Sebuah pengalaman baru untuk saya karena pada Webinar tersebut saya pun bertugas menjadi MC. Weww..


Flyer webinar kelompok kami pada Webinar Seri ke 2 Sahabat Teknologi Jakarta 2024


Orang ganteng sedang beraksi

Tentu tidak sopan dan tidak afdol rasanya jika saya tidak berbagi ke rekan sejawat saya, guru matematika di SMAN 20 Jakarta. Pada hari Rabu, 23 Oktober 2024 saya mengajak rekan-rekan guru di MGMP Matematika SMAN 20 Jakarta untuk berdiskusi santai tentang praktik pembuatan konten audio pembelajaran di mata pelajaran matematika. Diskusi berjalan sangat menarik karena rekan-rekan saya merasa tertarik dengan ide ini. Harapan saya, pembelajaran matematika di SMAN 20 Jakarta menjadi lebih menarik dan memotivasi siswa untuk menyukai dan lebih semangat belajar matematika.

Flyer kegiatan berbagi praktik baik di MGMP Matematika SMAN 20 Jakarta

Diskusi yang hangat dan seru bersama rekan sejawat

Tantangan untuk mewujudkan pembelajaran kolaboratif di SMAN 20 Jakarta tentunya juga dirasakan oleh Bapak Ibu guru hebat di SMAN 20 Jakarta. Oleh karena itu, saya mencoba berbagi praktik baik bagaimana memanfaatkan TIK untuk mewujudkan pembelajaran kolaboratif yang telah saya lakukan di kelas kepada rekan-rekan guru SMAN 20 Jakarta. Saya ajak Bapak Ibu juga merasakan keseruan pembelajaran kolaboratif ini selayaknya peserta didik. Alhamdulillah..respon Bapka Ibu guru sangat positif. Harapannya ide ini dapat dimanfaatkan Bapak Ibu guru sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAN 20 Jakarta.


Flyer kegiatan berbagi praktik baik Komunitas Belajar SMAN 20 Jakarta

Berbagi dengan rekan-rekan guru SMAN 20 Jakarta
 

Harapan saya pribadi, kegiatan baik seperti ini terus dapat dilaksanakan dan didukung penuh di Indonesia. Dengan banyaknya ide-ide baik yang dibagikan, tentunya akan menginspirasi pendidk-pendidik untuk mewujudkan inovasi di kelas masing-masing khususnya dengan inovasi pemanfaatan TIK di kelas. Semoga dengan demikian, kualitas pendidikan di Indonesia menjadi terus meningkat dan jauh lebih baik.


PembaTIK Level 4 2024 Eps 5 : Berbagi Lagi Dong! Komunitas Belajar SMAN 20 Jakarta



Salam!

Mewujudkan pembelajaran kolaboratif antar peserta didik adalah salah satu tantangan pendidik, tidak terkecuali Bapak Ibu guru hebat SMAN 20 Jakarta. Kami selalu mengeskplorasi tentang bagaimana caranya pembelajaran kolaboratif dapat tercipta di kelas. Memanfaatkan TIK untuk mewujudkan itu menjadi tantangan tersendiri. Pemanfaatan TIK memang sudah digunakan di kelas, namun untuk mewujudkan pembelajaran yang kolaboratif antar peserta didik? Memang bisa?


Saya mencoba berbagi dengan rekan-rekan sejawat saya, para penghuni Ruang Guru yang nyaman di SMAN 20 Jakarta untuk bersama-sama mempelajari ide mewujudkan pembelajaran kolaboratif dengan pemanfataan TIK di kelas. Saya mencoba membagikan pengalaman saya menggunakan aplikasi Quizizz di mata pelajaran matematika di kelas yang ternyata respons siswa sangat positif. Siswa terlihat sangat bersemangat, saling bekerjasama dan tentunya tidak ada siswa yang leha-leha atau meminjam istilah anak-anak yaitu beban tim. Saya berencana untuk mengajak Bapak Ibu untuk merasakan juga serunya pembelajaran ini layaknya menjadi peserta didik di kelas.

Komunitas Belajar SMAN 20 Jakarta rutin melaksanakan kegiatan berbagi praktik baik yang didaftarkan di Platform Merdeka Mengajar. Saya berkolaborasi agar manfaat pembelajaran ini dapat terjangkau lebih luas namun tetap fokus kepada rekan-rekan guru saya. Kami laksanakan kegiatan ini di Ruang Guru SMAN 20 Jakarta. Meskipun ada beberapa rekan guru yang sedang dinas dan kegiatan lainnya, namun peserta kegiatan tampak sangat antusias. Terlebih ketika memasuki sesi Uji Coba. Saya mengajak Bapak Ibu guru tidak hanya di Ruang Guru namun juga di Ruang Maya Google Meet untuk mencoba Fitur Team Mode di Quizizz. Kami memainkan permainan sederhana dan hasilnya sungguh luar biasa. Saya menyaksikan rekan-rekan saya aktif dan bersemangat. Mereka pun berkolaborasi secara alami dengan kelompoknya sambil berkompetisi. Sungguh pemandangan yang lucu sekaligus mengharukan bagi saya.


Alhamdulillah..tanggapan rekan-rekan saya Bapak Ibu guru hebat SMAN 20 Jakarta sangat positif. Ternyata masih banyak Bapak Ibu yang belum tahu fitur ini. Masih banyak yang belum memanfaatkan Quizizz secara maksimal atau secara berbeda di kelasnya. Harapannya, Bapak Ibu guru merasa tergugah dan jadi bersemangat untuk menerapkan penggunaan TIK - tidak harus Quizizz - di kelas masing-masing untuk mewujudkan pembelajaran kolaboratif. Demi tujuan mulia, meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas peserta didik SMAN 20 Jakarta. Aamiin..

PembaTIK Level 4 2024 Eps 4 : Berbagi Lagi! MGMP Matematika SMAN 20 Jakarta

 


Salam!

Aksi berikutnya yang kami siapkan adalah berbagi di komunitas masing-masing atau tempat kerja masing-masing atau kemana aja lah..hehe. Untuk saya, akan sangat tidak afdol dan tidak mantap rasanya jika saya tidak berbagi dengan Bapak Ibu rekan sesama Mathematics Ranger alias pejuang Matematika di SMAN 20 Jakarta. Tentunya dengan misi yang sama yakni meningkatkan taraf hidup dan derajat matematika sekolah kami tercinta, saya harus membagikan konsep baik yang sudah saya kreasikan ini ke rekan-rekan saya.

Susunan punggawa timnas pengajar matematika pada Tahun Pelajaran 2024/2025 adalah sebagai berikut : 

  • Bu Hj Nurjanah S.Pd, M.M - Lulusan IKIP Sumedang
  • Bu Imas Gandasari, M.Pd - Lulusan Universitas Negeri Malang
  • Pak M.Ismail Walid, M.Si.P - Lulusan Institut Teknologi Bandung
  • Om Seto Marsudi, S.Pd, Gr - Lulusan Universitas Negeri Yogyakarta

Terlihat jelas bahwa saya dibersamai oleh orang-orang hebat yang seluruhnya berkualifikasi ciamik dengan gelar S2. Saya? In sya Allah nyusul yak..hehe Meski demikian, tentunya kesulitan dan tantangan kami di sekolah tidak jauh berbeda. Oleh karena itu, dengan diskusi dan berbagi kami akan dapat menjadi lebih baik dan lebih kompak untuk mencapai tujuan bersama.

Saya berbagi tentang bagaimana saya membuat Konten Media Audio Pembelajaran Matematika pada materi Kombinatorika kepada Bapak dan Ibu rekan-rekan MGMP Matematika SMAN 20 Jakarta. Saya mencoba membagikan dan mempublikasikan karya saya di platform audio streaming populer yakni Spotify. Harapannya agar media tersebut dapat diakses oleh peserta didik dengan nyaman sehingga mereka bisa belajar di mana saja dan kapan saja. 


Kami melaksanakan pertemuan tersebut di Perpustakaan Vidyalaya SMAN 20 Jakarta yang nyaman. Pada hari itu, Pak Ismail berhalangan hadir karena ada tugas namun ternyata rekan-rekan mahasiswa PPL dari Mata Pelajaran Sosiologi Universitas Negeri Jakarta yang sedang praktik di sekolah kami tertarik untuk mendengarkan dan mengikuti materi. Sehingga Bu Rasmi dan Bu Putri ikut menyimak penjelasan saya tentang bagaimana membuat konten audio dan membagikannya ke peserta didik.

Alhamdulillah respon rekan-rekan sangat baik. Bu Imas dan Bu Nurjanah menyampaikan bahwa ide ini sangat menarik. Bu Rasmi dan Bu Putri juga sangat tertarik dengan ide konten audio ini. Harapan kami agar kualitas pembelajaran di SMAN 20 Jakarta dapat terus meningkat menjadi jauh lebih baik. Aamiin.. 


PembaTIK Level 4 2024 Eps 3 : Saatnya Berbagi ! Webinar Sahabat Pembatik Jakarta


 

Salam!

Tema besar untuk program PembaTIK kali ini adalah Berbagi dan Berkolaborasi maka tidak heran ketika fokus tugas kami peserta PembaTIK adalah untuk berkelompok, berkolaborasi dan berbagi dengan sebanyak-banyaknya khalayak. Kami diminta membuat rencana aksi terlebih dahulu sebagai panduan dan target pribadi untuk dapat berbagi sebanyak-banyaknya. Hal yang unik adalah bahwa kami belum pernah bertemu satu sama lain di dunia nyata, hanya bertemu secara tatap maya dalam waktu yang singkat saja namun kami diminta membuat kelompok sendiri-sendiri dan langsung bekerja sama. Sungguh tugas yang sangat menguji profesionalitas dan kemampuan bekerjasama antar peserta. Ya iya sih, jika kita mau murid berkolaborasi, masa iya gurunya engga bisa?Hehe

Alhamdulillah saya satu kelompok dengan rekan-rekan guru hebat yang ajaibnya, berasal dari SMP semua kecuali saya dan mengampu mata pelajaran yang berbeda dengan praktik dan kreasi yang berbeda pula. Hal yang baru kami ketahui setelah melakukan beberapa kali pertemuan secara daring untuk membahas persiapan Webinar. Kami harus bergerak dan bekerja secara cepat. Hal ini dikarenakan kelompok kami adalah kelompok yang tampil di urutan kedua. Luar biasa.
Berikut adalah susunan timnas kelompok 2, kelompok kami :

  • Abang Iqbal Al Khoarizmi - Guru Seni Budaya - SMPN 91 Jakarta
  • Mpok  Agustina - Guru IPA - SMPS Dharma Budhi Bakti
  • Mpok Yunisah - Guru Bahasa Inggris - SMPN 204 Jakarta
  • Mpok Widhi Megasari - Guru Pendidikan Agama Islam - SMPN 90 Jakarta
  • Abang ganteng Seto Marsudi - Guru Matematika - SMAN 20 Jakarta

Tentunya kami didampingi oleh mentor, coach, mpok yang luar biasa yakni Mpok Syamsiah, Duta Teknologi Kemendikbudristek tahun 2017. Sedapp..



Setelah menyiapkan materi presentasi masing-masing dan melakukan Gladi Resik, kami pun siap melakukan Berbagi Praktik Baik melalui Platform Merdeka Mengajar di Komunitas Sahabat PembaTIK DKI Jakarta. Tebak siapa yang menjadi MC pada Webinar ini? Yak, orang tampan stok terakhir inilah yang menjadi MCnya. Hehe


Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Masing-masing rekan saya sangat luar biasa dalam penyampaian materi. Saat kumpul kelompok, mereka mengatakan bahwa mereka grogi dan tidak biasa. Lah apaan..ini mah udah expert semua..Untuk saya, ya tentunya dibalik peserta terpana dengan ketampananan saya, hehe bercanda. Alhamdulillah peserta memberikan respon positif. Setelah kami cek di daftar hadir ternyata ada 140 peserta yang mengisi daftar hadir! Waow! Lebih-lebih lagi bahwa beberapa peserta berasal dari Luar Jakarta. Buset..


Saya pribadi mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan-rekan kelompok saya yang muanteb pol. Terimakasih kepada Mpok Syamsiah yang mendampingi dan memberi masukan-masukan yang berharga. Terimakasih kepada Abang Mpok Keluarga Sahabat Teknologi Jakarta yang mendukung selalu. Semoga kegiatan seperti ini bisa kami laksanakan lagi, saya bisa merasakan kembali. Ternyata seru ya berbagi dan berkolaborasi dengan pendidik hebat yang memiliki tujuan sama?Lelah pun tidak terasa. Mantap!







PembaTIK Level 4 2024 Eps 2 : Kuliah Umum

 Salam!

Melanjutkan postingan sebelumnya, saya berencana membuat perjalanan saya dalam PembaTIK Level 4 ini ke dalam episode-episode. Kenapa? Ya karena saya merasa bahwa perjalanan di program ini serasa seperti episode-episode di film series di hidup saya. Efek keseringan nonton series di Netflix nih..hehe

Setelah kami melaksanakan konsolidasi dengan sesama peserta dari DKI Jakarta, sekarang saatnya kami mengikuti materi bersama dengan Sahabat Teknologi (peserta PembaTIK level 4) dari seluruh Indonesia. Tema besar yang dibahas adalah " Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence". Sedapp..


Keseluruhan materi yang dibawakan pemateri memang terasa berat untuk saya, ya namanya juga kuliah..hehe terlebih dengan konsep AI (Artificial Intelligence) yang masih baru untuk saya, apalagi jika diintegrasikan dengan pembelajaran di kelas. Jadi double, eh triple kill dah mantep banget materinya. Cocok untuk level 4 yang sudah level terakhir di PembaTIK..Ciee..Anyway, saya merasa bersyukur bisa mengikuti materi di kuliah umum ini. Sekarang saatnya untuk berbagi dan berkolaborasi dengan rekan-rekan hebat pendidik lainnya. Nantikan di postingan selanjutnya yaa.. 



PembaTIK Level 4 2024 Eps 1: Welcome!

Salam!

Jadi, Kementerian punya program yang keren banget buat para guru. Program ini bernama "PembaTIK". Bukan..bukan bikin batik di kain batik gitu-gitu. Kepanjangannya adalah Pembelajaran Berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Siapa sih saat ini pendidik yang tidak menggunakan TIK di pembelajarannya? Bahkan rekan saya guru Olahraga pun ternyata juga memanfaatkan TIK di pembelajarannya loh. Oleh karena itu, program ini tentunya bermanfaat banget buat para pendidik di Indonesia. Belajar mandiri sekaligus menembus batas kemampuan diri. Sejauh apa sih kita paham dan bisa mengkreasikan TIK? Itu yang menjadi salah satu alasan saya semangat mengikuti program ini dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2021 (eh apa 2020 ya?) Saya mengikuti Program ini saat masih Pandemi. Alhamdulillah maju sampai level 2 dan berakhir di sana. Saat itu saya juga lupa, kenapa engga lanjut ya? Ya itu lah..kemudian pada tahun-tahun berikutnya saya ketinggalan info atau lupa jadi tidak ikut program ini. Nah, pada tahun 2024 saya coba mengikuti program ini kembali. Meski di tengah gempuran tugas tambahan yang semakin buanyak. Dari sekolah ada, dari MGMP ada, bahkan dari Dinas Pendidikan juga ada. Buset..tapi ya itulah, saya ingin melihat sejauh mana kemampuan saya.

Alhamdulillah..tidak disangka. Kegiatan PembaTIK di 2024 yang saya ikuti ternyata bisa terus berlanjut hingga level 4! Level terakhir! Buset..lebih kaget lagi ketika melihat daftar peserta yang mengikuti ini. Dari provinsi DKI Jakarta ternyata hanya diambil 35 orang saja! Allahu..lah kok bisa ada muncul nama orang ganteng ini? Tentunya saya merasa sangat bangga sekaligus deg degan. Bagaimana jika saya paling ancur? Tapi saya coba ikuti saja dulu perjalanan ini, pasti bermanfaat saya yakin.

Kegiatan di Level 4 ini dimulai dengan perkenalan sederhana, namun belum semua peserta hadir di GMeet. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Konsolidasi antar sesama peserta dari DKI Jakarta dan mentor-mentor ngeriii, yaitu para Duta Teknologi Kemendikbudristek dari tahun ke tahun, yang wajahnya sering saya lihat di video-video Rumah Belajar. Ngerii banget dah!


Tuh kan, mentor-mentornya mantep mantep banget masya Allah..mungkin engga ya ada wajah ganteng saya di sana? Ahayy..hehe

Alhamdulillah kegiatan sinkronus berjalan lancar. Meski dilaksanakan di malam hari, hari Jum'at pula, dan saya mengikuti di Coffe Shop di Tangerang. Sampai tokonya hampir mau tutup coba, hehe. Tapi karena seru dan materinya asik, jadi tidak terasa. 


Tema level 4 kali ini adalah Berbagi dan Berkolaborasi, jadi kami diminta untuk bekerja sama untuk berbagai pihak untuk menyebarkan hal baik yang sudah kami praktikkan selama PembaTIK ini kepada guru-guru lain. Kami diminta membuat kelompok dan ditugaskan merancang kegiatan Berbagi Praktik Baik sebanyak-banyaknya. Saya share di postingan selanjutnya ya..

Terimakasih !

Senin, 28 Oktober 2024

I am Back!

Selamat pagi dunia!
Waow tidak terasa sudah hampir 11 tahun sejak terakhir saya tulis di blog ini. Jika diibaratkan rumah, blog ini pastinya sudah penuh dengan sarang laba-laba, rumput-rumput tinggi, hantu di sana-sini, pokoknya yang serem-serem deh! Terimakasih kepada program PembaTIK yang telah membuat saya (memaksa saya) untuk kembali menempatkan jemari di keyboard, menghiasi kembali blog yang sudah usang ini. Mari kita ramaikan kembali! Yahoooo!


Update sedikit tentang kehidupan saya. Alhamdulillah..saat ini saya sudah menjadi Guru Matematika di sekolah! Yeayy! Jika sebelumnya saya berkisah tentang awal perjuangan saya bekerja di Bimbel Ganesha Operation, well..kisah tersebut berganti episode. Saat ini saya berkutat dengan remaja dan warna-warni kehidupannya di SMAN 20 Jakarta Pusat. Bagaimana ceritanya saya bisa terdampar di sini? Well, tar aja yak..hehe panjang banget kisahnya soalnya hehe.


Alhamdulillah..saat ini saya pun telah memulai keluarga saya sendiri. Kisah cinta saya berlanjut dengan manis. Memiliki pendamping yang paling cantik dan baik dunia akhirat serta dikaruniai dua orang peri-peri kecil nan manis yang mewarisi keabsurdan bapak dan ibunya. Masya Allah betapa bahagianya..Nanti ane ceritain yak cerita-cerita ajaib yang terjadi di rumah. Bikin geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum terharu punya anak cewek tuh. Pantesan ganjarannya Syurga ey..hehe

Sekian dulu dah ya. Nanti kita ceritain lebih banyak lagi. Saya berencana untuk menghidupkan kembali blog yang sempat mati suri belasan tahun ini. 

World! I am Back!!
 

Sabtu, 14 Desember 2013

Mission now: Kerja!!

Selamat pagi kawan-kawan semua.
Setelah sekian lama ga apdet en ga buka-buka internet (apalagi buka blog, socmed aja jarang), akhirnya ane berkesempatan bisa nulis lagi di blog ini.
Jadi ceritanya sekarag gw udah lulus kuliah S1 dalam waktu yg normal alhamdulillah yakni 4 tahun masa studi. Dan syukur alhamdulillah ga lama gw menganggur gw langsung dapet pekerjaan. Jadi saat ini gw statusnya adalah staf pengajar matematika di Ganesha Operation Cabang Tangerang.
Tentang kerjaan, well.. kalo mau jujur, gw lebih milih kerja di sini dibandingkan di sekolah-sekolah negeri atau swasta. Dilihat dari beban kerja, gw cuma kerja ngajar rata-rata selama 2 x 90menit perhari atau 2 sesi mengajar. Sisanya gw kudu standby ada di kantor buat memenuhi jam kerja 8 jam sehari, itupun karena gw udah jd pengajar kontrak, kalo pengajar freelance ga ada kewajiban kaya gitu. Dateng pas mau ngajar, trus mau pulang ya udah..
Belum lagi dengan ketiadaan kewajiban kudu bikin en ngurus administrasi buat ngajar seperti RPP, prosem, ngoreksi kerjaan siswa dan laen sbagainya. Singkat cerita, bekerja di sini menurut gw itu asik en nyante banget..dibandingin di sekolah.
Masalah gaji, jangan ditanya. Jumlahnya juauhh melebihi honor pengajar honorer di sekolah. Jadi, buat bujangan ting-ting kaya gw, upah kerja di sini bener-bener lebih dari cukup. Sekarang aja gw udah naik 4 kilo, dibandingin pas jaman-jaman gw lagi nyusun skripsi kemaren. E buseet..
Tapi gw ga bermaksud buat jelek-jelekin temen-temen yg memilih untuk langsung bekerja/ngajar di sekolah. Itu pilihan masing-masing en rejeki udah diatur sama Allah, gw yakin itu. Yang jelas, buat temen-temen yang masih galau en bingung buat kerja apa en di mana, gw saranin buat langsung bertindak. Langsung bergerak. Jangan ampe ilmu yang udah kita dapet membeku en ga guna tiada hasil. Mau ngajar di sekolah, di lembaga bimbel kaya gw, or bahkan membelok dari ilmu yg dipelajarinya di kampus, It's Okay. Yang penting ayo kita berkarya! Ayo kita mengabdi dengan cara kita masing-masing. Jangan kita tambahin angka-angka pengangguran sarjana di negeri ini.Ayo kita jadikan diri kita berguna bagi orang lain, bagaimanapun langkah yang kita tempuh, yang penting halal..hehe
So, buat temen-temen semua, ayo semangat!

Kamis, 20 September 2012

Tim KKN-PPL UNY 2012 SMAN 1 Kasihan

Assalamu'alaikum wr wb

Well, it;s my first time to write on my blog. Kayaknya sih kalo blog ini dimisalkan sebagai rumah/kamar/ruangan, dia pasti udah penuh sama sarang laba-laba, debu, kecoa, dsbg. Untungnya ga kayak gitu, repot ngebersihinnnya.hehe

Sekarang gue lagi gak mau curcol tentang "pengkhianatan" gue sama blog gue ini, lain kali aja dah..hehe yang mau gue ceritain adalah bahwa gue telah mengalami kenangan yang tak terlupakan bersama teman-teman KKN-PPL UNY 2012 di SMA N 1 Kasihan. Masa KKN-PPL gue cuma 3 bulan, terhitung dr 2 Juli-17 September kemaren tp macem-macem rasa telah hadir di masa sesingkat itu.

Kalo cerita kejadian sehari-hari tentunya ga bakal muat en gue bakal pegel, so I wanna introduce to y'all about my team where I become this group's leader. Keputusan yang gue tau bakal mereka sesali di kemudian hari pas cerita ke anak cucunya.
"Mbah, ceritain dong pas masa KKN dulu"
"Kan mbah udah cerita sama kamu dulu-dulu"
"Iya, tapi mbah belum cerita tentang ketua kelompoknya. Orangnya kaya apa sih mbah?"
"Dia cowok."
"Whoaa, ganteng ga mbah?"
"Cucuku tersayang, lebih baik kamu tidak mengetahui kenyataan tentang orang itu. Dia lebih berbahaya dibandingkan Voldemort dan Madara Uchiha dijadiin satu. Jangan sia-siakan hidupmu nak."
...
"Voldemort sama Madara Uchiha siapa mbah?"

Kira-kira gitu deh, bisa-bisanya gue dipilih en bisa-bisanya gue mau. Tapi semua udah terjadi, en gue ga pernah menyesali hal ini. Coz it was amazing! You only get this KKN-PPL period once in your time and you were a team's leader? *membusungkan dada . Hahaha.

This is the team:


atas ki-ka: Teguh, Eko, Gue (yeah, I know that's disgusting), Faqih, Melita, Keke, Sofiyah
bawah ki-ka : Mega, Rosa, Endah, Dewi, Amallia, Yunita, Widya, Vita

sebenarnya pengen gue ceritain tentang temen-temen KKN-PPL gue ini orang-orangnya kaya apa. Tapi berhubung perut gue udah protes minta diisi, lain kali aja deh gue ceritain orang-orangnya kaya apa.

Gue dengerin cerita temen-temen yg lain tentang kelompoknya kaya apa, gimana serunya mereka, gimana kompaknya mereka, gimana hebohnya acara yg mereka bikin, gimana asiknya kelompok mereka. Well, gue cuma bales nyengir.

I don't really care if they think that kelompok gue ga seheboh yg lain, ga sekompak yg lain, ga seasik yg lain dengan berbagai acara en kegiatan mereka, well I can say that every group has it's own story.

My group story is amazing..
My KKN-PPL group is the best .. although there's no award for that
And still unforgettable..

Rabu, 29 Februari 2012

Menikah?Mau,,Tapi..

Tulisan ini gue buat dari dasar kegelisahan mendalam akibat denger kabar bahwa temen gue-yang udah lamaaa banget gue ga tau kabarnya ampe-ampe gue ga tau kalo dia masih idup apa kaga- ternyata udah nikah en udah punya anak pula. Anjrit?

Sebenernya sih biasa aja beritanya, coz temen-temen lama gue yang udah nikah juga buanyaaak..bahkan beberapa juga udah punya anak. Tapi, masalahnya gue sekarang udah di penghujung masa mau selese kuliah (1,5 taun lagi insya Allah) en rasanya topik "nikah" ntu udah semakin terasa nyata buat gue. Yang jadi pikiran ialah, gue udah punya calon-wanita cantik luar biasa baek- yang udah mau ama gue en nerima gue beserta satu paket gue yang ancur ini tapi gue belum punya modal buat meminang dia. Ape coba? Syaratnya ialah gue kudu selese namatin kuliah gue en kudu dapet kerja plus jaminan uang sehingga gue bisa ngidupin anak istri gue sehari-hari. Well, akhirnya jadi kepikiran juga.

Sebenernya udah gue pasang gede-gede di kamar gue targetan gue lulus en nikah ntu usia berapa aja.  Soalnya itu kan masalah yang krusial banget di tahapan idup gue sekarang. Ga mungkin dong gue ga ngasih kepastian diri sendiri, gimana mau mastiin orang lain buat yakin ama gue? (beraaat). Akan tetapi ketika memandangnya gue jadi mikir lagi, e buset, udah tinggal setaun or dua taun lagi nih? perasaan baru kemarin gue pindah ke Yogya buat kuliah? Emang ga terasa waktu berlalu.

Tapi gue, n lo lo semua yang masih belum punya kepastian idup tapi udah ngebet, kudu yakin bahwa rencananya Allah tu pasti ada yang terbaik en klop ama keinginan kita. Syukuri segala aset dan nikmat yang dimiliki. Ga semua orang lho punya apa yang kita miliki sekarang? Kalo di kasus gue, gue berpendidikan di Universitas yang ga malu-maluin mertua banget en gue udah punya orang yang mau nerima gue. Banyak yang udah mapan, tapi cewek/cowoknya belum ada ato malah udah punya calon tapi belum punya modal buat ngebanggain pasangan en keluarganya. Semacam itulah.

Menikah? Jelas gue en semua orang yang ngaku normal pasti jawab MAUUU!! Tapi,, jelas kudu pandang realita en kenyataan yang ada. Nikah ntu keputusan sekali seumur idup coy! Msalah ada orang yang nikah berkali-kali mah bukan urusan gue, tapi yang jelas buat gue nikah cuma sekali. yang jelas segala perencanaan kudu amat sangat teramat mateng. Kehidupan akan berjalan amaaat sangaaaat panjang, terlebih buat yang mau nikah muda. Ketika kita menikah dengan orang yang bukan pilihan hati kita, kita ga bahagia-bahkan jijay- sama dia, pasti sengsaranya luar biasa menyakitkan. Menyakitkan buat lo, en juga buat pasangan lo. Karena dasar dari pernikahan adalah cinta. Kalo udah cinta mah, mau bencana, perang nuklir memisahkan juga ga ngaruh buat perasaan dua insan. Tetep aja ga terpisahkan.

So, menikahlah kawan. Ketika engkau sudah siap fisik dan batin. Ketika engkau sudah membungkus segala modal yang engkau miliki dengan kata sederhana bernama cinta. Karena menikah bukanlah puncak dari sebuah hubungan, tapi awal dari sebuah hubungan yang akan dijalani selamanya..

-Tulisan yang muncul di penghujung hari yang hanya muncul 4 taun sekali dengan tema: NIKAH. Fantastis

Kamis, 16 Februari 2012

Buat apa Belajar ?

Ada pernyataan yang cukup fenomenal (menurut gw) dri dosen gw pagi ini,,beliau mngutip kata-kata dosen senior di sini juga,,katanya "Tidak semua yg Anda pelajari di perkuliahan akan berguna bagi Anda di kehidupan kelak" Yaah kira-kira begitulah..

Kenapa gw anggap fenomenal? Well, sebenernya bukan fakta tu yg menurut gw bombastis,,gw rasa bahkan anak sekolahan jga bakal mikir lah, ngapain jga gw belajar capek-capek yg blum tntu bkal guna di kehidupan gw nanti? Ambil contoh pas SMA dulu gw belajar sebangsa Sosiologi, Geografi, B.Arab n de el el..lah trnyata gw masuk P. Mat pas kuliah..jelas ga kepake kn abis lulus SMA? Gimana coba buat temen2 yg lgsg kerja di pabrik apa kantor gitu..apa iya dia ditanyain ttg soal-soal Kimia or Sejarah gitu? ya kaga kan? Terus buat apa kita pelajari coba? Cuma ngejar nilai doang? Sertifikat tanda lulus supaya bisa ngelamar kerja,lanjut kuliah, or diterima calon mertua? klise bgt kan..

Yang gw anggap unik adl bahwa orang-orang udh tau fakta itu, tapi mereka ttep aja ngelanjutin ngelakuin hal itu. gw tau bahwa gw jga ga bakal make yg namanya Aljabar Abstrak or apa lah pas nnti gw ngajar,tp tetep gw belajar! gw yakin tmen" yg ambil ilmu laen jga brfikiran sama. Toh jga blum tentu kepake kan? ya kalo lo bakal jd dosen or akademisi,kalo kaga? Gw belajar buat dapet nilai? Jelas.. Sertifikat? Ya pasti..(gw ga mau sok sok idealis) Tapi bukan tu yg pling penting sob, ILMUnye yg kudu didapet..

Jujur,gw ud semster 6 n gw rada sdikit nyesel, knapa di smster" awal gw kga serius bgt bwt dapetin ILMUny? gw baru nyadar ketika ud mulai ngajar les, interaksi ama sekolah n liat pembelajaran di kelas. Gw ngeliat guru di depan nyerocos ttg materi" ke siswa, Masya Allah, beberapa taun ke depan bakal gue yg ada di depan kelas! Gantian nyerocos jga ttg ilmu" yg gw punya ke siswa. Mana mau kn siswa diajarin sma orang yg bego? kalah ilmu en informasinya dr mreka? Sempet cwe gw ngutip dr dosennya bhwa emang qt belajar anu itu ina ini yg mungkin kaga guna pas nnti ngajar di sekolah, tapi inget, ga mungkin kan pengetahuan guru sama ky anak sekolahan? kalo iya, mending belajar materi SMA/SMP aja selama 4 taon perkuliahan.

Gw ngomong gini karena gw mahasiswa pendidikan yg nantinya bakal ngajar di sekolah, tentu beda kasus sma yg bakal jd dokter, insinyur, businessman, or yg berkecimpung di bidang laen. Tpi gw yakin prinsipnya ttp sama, kita belajar ba bi bu be bo yg kudu kita pertanyakan adl bukan apakah nanti materi yg masuk tu berguna bwt kita di kehidupan kelak, tapi apakah kita dapet keseluruhan ilmu ampe susunan nalar en cara berfikir dari apa yg qt pelajari? karena ingatlah sob, ilmu yg berguna en membekas pasti bakal bermanfaat di kehidupan kelak. Btul kaga?

Semoga kita semua diberi kemudahan dalam menggapai indahnya ilmu, dimanapun medan perang kita masing-masing. Aamiin 

Jumat, 25 November 2011

A Memory and a Regret for my Beloved Grandpa(s) part I

Jam di weker gue nunjukin ud mau hampir jam setengah 2 pagi. Tapi ga ada salahnya kan kalo nulis dulu sebelum tidur? hehe

Well, sebenernya tulisan ini terinspirasi dari tulisan temen gue (Nidya) di blognya dia yang nyebutin kalo dia bener-bener kehilangan sosok mbah putrinya yang notabene dia rawat ampe akhirnya Allah manggil mbahnya. Bentuknya puisi gitu sih jadinya cukup ngliat susunan katanya aja udh sedih.N akhirnya gue mikir, iye ye? Gue juga ngerasa kaya gitu nid. .

Di Medio 2011 ni gue kehilangan dua orang mbah gue n dua-duanya laki-laki-orang Jawa nyebutnya Mbah Kakung alias Mbah laki-laki. Mbah yang pertama adalah mbah gue yang di Jogja ini. Emang sih almarhum bukan mbah kandung gue cz mbah tu pamannya babeh gue (adik'a ibu'a bokap gue,got it?) tapi bokap udah nganggep die sbg bapak kandungnya soalnya bokap gue udah ditinggal bapaknya dari kecil n dari kecil ampe gede ngikut mbah gue ini. Ribet amat yak jelasinnya? Paka nama aja lah, nama almarhum itu Senen Hadi Prayitno jadi gue manggilnya Mbah Senen. Sedari kecil gue udh seneng sma simbah yg ini soalnya dia tinggalnya di Jogja (which is kalo lebaran jarang bgt kesana dr kecil) n die mantan perwira TNI AU yang ikut pembebasan Irian Barat jadinya pas kecil gue seneng abis denger cerita die ttg masa-masa baheula ntu.

Singkat cerita, gue udh kuliah n gue tadinya tinggal di rumah Mbah Senen, berdua sma bibi gue namanya Mba Yuli (bibi kok dipanggil mbak? jangan heran..). Tapi Mbah Senen udah pikuuuuun abis. Jadinya tiap gue or Mba Yuli belum pulang ke rumah ntu mesti ditungguin di luar rumah, di pinggir jalan, padalah jalannya tu jalan umum yang dilewatin motor n mobil (rame pokoknya lah) ga kebayang ngerinya? Akhirnya gue mutusin ngekos supaya ga ngerepotin soalnya kerjaan mahasiswa kan bisa ampe malem tuh, bisa-bisa mbah gue sakit dah nungguin gue blom balik ke rumah. Tentu aje bokap ngemanahin supaya mbah sering-sering ditengok soalnya udah tua, pikun, n cuma tinggal berdua (sendirian kalo misal mba Yuli kerja). Tapi alangkah parahnya, selama dua tahun berselang gue jaraang banget ke rumah mbah. padahal jarak kos sama rumah dkeet banget. Tapi emang gue gaya banget dah sibuk kegiatan organisasi ini itu jadinya males kesana.

Biar kata gitu, tapi tetep lah gue beberapa kali nemenin simbah kalo sendirian di rumah pas gue lagi kosong ga ada agenda. Ya paling gue tidur disana or bareng makan disana. Kadang juga gue beliin makanan walau emang ujung"nya yg ngabisin ya gue" juga. Parah abis dah gue jd cucu. kadang juga bokap ampe nyembur-nyembur gara-gara gue kalo laporan udah ke rumah mbah apa blum gue cuma bisa jawab "B b belum Pak".

Mbah Senen sebenernya meninggal di Malang, di rumah anaknya yang kedua, Mba Ndari namanya. Mbah meninggal gara" sakit dibawa ke RS akhirnya dipanggil di sana. Tapi yang aneh bukan disana, tapi di momen sebelum Mbah terakhir kali meninggalkan Yogya pas masih hidup.

Jadi ceritanya itu pas hari sabtu pas mbah malemnya mau pergi ke Malang naek kereta dianter Mba Yuli. Gue ga dapet kabar kalo mbah mau berangkat malem itu juga. Tapi ntah kenapa gue dapet feeling kalo pagi itu gue kudu ke rumah mbah (ga cuma emng gue lg laper n males beli makan). Bener aja, simbah lagi sendirian di rumah. Gue kaget cz biasanya ttp ada yg nemenin, ntah tetangga or sodara gue yg laen. Ya akhirnya seharian bener-bener gue temenin dh simbah. Sempet juga gue anter cukur rambut n muter-muter kompleks sambil naek motor. Sepanjang jalan die nyerocos aja ttg rumah-rumah, jalan, kya "Mbiyen neng kene ono omah gedhe lho le (Dulu di sini ada rumah gede lho nak)" kaya gitu-gitu. Gue cuma iya-iye aja berasa nganggep ga penting abis. Tapi gue bisa liat raut bahagia n kebanggaan dia pas ditanya mba Yuli "Udah potong rambut Pak?" dia jawab " Udah" sambil pamer kepalanya gitu. Gue cengar cengir aja disitu.
Malemnya gue sama sodara gue nganter mbah ke stasiun buat naek kereta jam dua belas malem lebih naek Malabar buat ke Malang. Yah, itu saat" terakhir gue liat mbah gue idup n senyum ke beliau. Dadahnya die berasa nyelekit abis kalo tau kejadian selanjutnya bahwa die kembali ke Jogja pas udh ga bernyawa.

Info kalo Mbah Senen meninggal pun bener-bener ga disangka. Allah emng penuh rahasia n kejutan kali ye? Jadi pas hari itu pas Hima (Himpunan Mahasiswa-organisasi yg gue ikutin) lagi Up Grading buat pengurus-pengurusnya. Yang jd panitianya tu yg pada jadi kepala bidang di Hima, kita nyebutnya PH (Pengurus Harian) n gue salah satu diantaranya cz gue Kepala Biro Humas. Gue bener-bner ga da feeling jelek or apa gitu. Gue kesana bener-bener sneng-sneng ria sma tmen-temen soalnya tempatnya keren (Waduk Sermo, Kulon Progo, you have to check that out man!) n gue kebagian moto-moto jadinya sliweran ksana kemari.

Pas mau ke rada siang gitu, gue ngecek HP ternyata bokap nelpon gue udh belasan kali. Gue kaget, ga biasanya bokap miscall gue berkali-kali kya gini. Tadi pagi juga gue udh ngasih tau kalo gue ada acara di Kulon Progo. Akhirnya gue sms 'ada apa pak?' n bapak gue langsung nelpon n ngabarin "Mas sekarang bisa ke Mundu (rumah mbah) gak sekarang? Mbah Senen meninggal" sambil sesenggukan gitu. Bokap gue emang tampang preman bung, tapi kalo urusan ortu n kluarganya dia bner-bner berasa jadi anak kecil yang ga bisa nahan nangis. Sontak gue kaget, suer! Gue ga bergeming trus gue ga bnyak basa-basi lgsg jawab "Bisa Pak!" Gue duduk perlahan di base camp panitia dimana cuma ada temen gue Aldi, Rosa n Pastita (another PH). Mereka pada nanyain ada apa, mungkin liat air muka gue horor gtu kali y? gue cuma bisa jawab "Mbahku meninggal, aku harus pulang sekarang" Gue, ga sadar menitikkan air mata pas gue ngetik sms ke cewe gue :

Innalillahi wa innalillahi roji'un
yank

mbah Senen meninggal
a kudu pulang ke Mundu sekarang
mohon do'anya ya sayang. .
assalamu'alaikum


Padahal saat itu gue lagi marahan sama cewe gue tapi gue bener-bener ga bisa nahan perasaan sedih gue, gue mau laporin ke siapa lagi? Akhirnya minjem motor Rosa (motor gue ban'a secara ajaib bocor n ditambalin sma Aldi pada akhirnya) gue pamit ke Rizki, ketua Hima gue n mnta tolong supaya berita ini jangan ampe kesebar soalnya gue ga mau ngerusak mood temen-temen yg lagi seneng-seneng disana. Pada akhirnya amanah dr gue emng dilaksanakn bner-bner sama tu anak soalnya ga ada yg tau kabar ini selain temen-temen PH. Gue kebut tu motor sampe Mundu.

Sesampainya disana gue-cuma make training n baju bau ditutupin jaket hima-lgsg dipeluk Mba Yuli n sodara-sodara gue yg lain. Gue cuma bisa berusaha nenangin Mba Yuli yang emang paling sedih disana, secara gitu dr lahir smpe gede ga pernah ditinggal bapaknya. Gue cuma bisa bantu ngurus persiapan ampe jenazah dteng.

Jenazah dateng malemnya, sekitar jam dua pagi, gue langsung bantu-bantu persiapan jenazah dari dateng, dimandiin, dikafanin ampe disholatin. Berhubung gue cucu atu-atunya yang gede n laki-laki ya gue jdi sksi sibuk ksana-kemari. Disana gue juga kudu nemenin n mnghibur mbah kandung gue, Mbah Sanem namanya, soalnya dia juga sedih lah pastinya wong adiknya meninggal gitu. Bokap n keluarga dr Tangerang dateng jm 3 pa 4 pagi ya? gue lupa soalnya gue ketiduran di sofa gara" kecapean.

Besok paginya mbah Senen dimakamin di dket rumah. Alhamdulillah lancar. Ada temen-temen gue jg yg dteng, Latif, Syahlan, Tanto, Eko, Teguh, Mas Faizin. Entah mereka dpet kabar drimana soalnya emng gue ga ngasih tau, tapi gue bener" makasih bgt cz yah se ga nya da temen gue yg mau rela mampir gitu buat do'ain mbah gue. Thanks guys.

Kenangan gue sama Mbah Senen lumayan banyak. Lebih karena gue juga tinggal di Jogja pas kuliah n gue ngerasain suka-dukanya simbah selama 2 tahun terakhir masa beliau hidup. Dari yang sakit lah sampe mbah ngilang gara" ngeloyor pergi dr rumah gitu aja buat jalan" n ga bilang siapa". Di antara sodara-sodara gue yg lain, Mba Ari n Catur emang gue yg paling dket sma ni Mbah. Jadinya gue tetep ngerasa keilangan banget. Sekarang yg gue rasain cuma nyesel aja. Kenapa dulu ga gini? Kenapa dulu ga gitu? Tapi ya percuma juga kan? Pesen Bokap gue: "Sering-sering do'ain simbah ya mas, Yasinin kalo perlu." Beh, u can trust me on that.

Gue cuma bisa berdo'a supaya Allah nerima mbah gue seutuhnya. Gue ga tau pas masa mudanya separah apa or sebae apa. yang jelas sebagai cucu ya gue cuma bisa do'ain supaya mbah gue tenang di alam sana. Aamiin. .

-cerita mbah gue yang atu lgi ntar lgi ya? gue ngantuk..kudu kuliah pagi pula. C U 

Minggu, 23 Oktober 2011

Puisi akar dua bikinan gue

Hai mas bro mbak sis, sekarang gue mau bagiin puisi bikinan gue sendiri. Isinya juga agak nyeleneh, soalnya nyeritain tentang akar dua (bilangan akar dua gitu kamsutnye). Puisi ini gue bikin buat ikutan lomba puisinya Himaki UNY, tapi gue ga yakin bakal lolos gitu. Yaela, peserta yang ngirimin puisi banyak kale..lagian gue cuma ngirimin atu biji puisi doang. Ya udah dah peluangnya mbuh berapa. Jadi daripada ngendep di lepi gue, mending dibagiin ke dunia maya aje..hehe..cekiprot monggo..


Cerita sang √2

Aku adalah √2
Yang dalam kesendiriannya menatap dunia
Walau hangat mentari menyapaku mesra, aku tak bergeming
Karena aku adalah  √2

Mereka memanggilku irasional
Mereka menyeru dan berteriak kepada dunia bahwa aku tidak normal
Namun aku tetaplah  √2

Aku tidak diinginkan
Tidak ada yang mau menerimaku dimana-mana
Ketika aku muncul, mereka menyebutnya sebuah musibah
Aku dipinggirkan
Tapi mereka tetap tidak bisa menghapusku dari sejarah

Berjuta tahun telah ku lalui
Melewati segala caci maki dan onak duri
Sempat ku menggugat Tuhan Pencipta Ilmu Pengetahuan
Yang dalam khazanah-khazanah ilmu sang nirwana melahirkan aku ke dunia
Tapi mengapa hanya aku yang disisihkan dari berbagai himpunan?
Menggapai harapan kosong kah eksistensiku?
Salahkah bila nilai diriku mencapai ketakhinggaan alam semesta?
Tapi itu dulu. .
Ketika air mataku belum kering membeku hingga dihempas bebatuan

Mereka pikir aku akan membuang segala asa? Tidak!
Ini waktunya bagiku mengubah pusat gravitasi tempatku berpijak
Belum saatnya bagiku untuk menjadi tanah, aku masih muda!
Akan kulangkahkan kakiku mencari √2 yang lain di dunia ini
Menemui mereka yang bernasib sama denganku
Menyeru kepada mereka, “Bangkitlah! Ikut berjuang bersamaku!”
Untuk merebut keadilan dalam kesempurnaan alam raya
Karena aku adalah  √2

Cerpen karya sendiri pas acara HWC

Hai guys! Lama banget ga nulis di blog ndiri ni..postingan yg ada malah tugas kuliah semua,cape deh. .hehe
Eniwei, kali ini gw mau bagiin cerpen asli karya gue sndiri! Mantap. Karya gue kali ini gue bikin pas ada acara Himatika Writing Community yang temanya lg bikin cerpen puisi, nah gue kbagiannya bkin cerpen (pesertanya banyak, makanya dibagi dua gitu), Sebenernya acaranya udah lama banget, tanggal 26 September 2011, tapi mau gimana lagi, punya waktu buat mostingnya skarang..(melas amat ye?) hehe. Gue jg ga tau ni cerpen bagus apa kaga, jadi cekiprot sndiri aje ye.. oh ya ni link ke alamat blog HImatika Writing Community (HWC) kalo lo mau baca another cerpen n puisi yang bagus-bagus lainnya karya temen-temen Himatika..disini

Untitled (Karena gue ga sempet kasih judul)

“Jarot! Cepetan berangkat!” gelegar emaknya dipagi hari telah membangunkan jarot dari lamunannya. Aneh sekali, ia pikir. Sudah beberapa hari ini lamunanya sama, lamunan yang selalu menyergapnya ketika ia sedang diam, ia melamun dan membayangkan dirinya bersekolah. “lu mau mak lempar pake wajan? Cepetan cari duwit” kali ini emaknya benar – benar serius. Secepat kilat jarot ambil peralatan ngemennya-alat kecrekan dari tutup botol bekas-dan segera melesat kelampu merah tempat ia bekerja.
Jarot adalah salah satu dari jutaan anak Indonesia yang kurang beruntung. Disaat anak – anak seusinya sedang astik – asyiknya bersekolah, jarot sudah harus menghidupi dirinya, emaknya, dan kedua adiknya. Disaat anak – anak disekitarnya telah mengenal FB,Twitter dan hal – hal modern lainnya, jarot masih berpeluh – peluh menuai rupiah diperempatan jalan dan lampu merah terdekat. Tidak jarang ancaman preman dan satpol PP menjadi momok yang menakutkan baginya. Jarot adalah potret bangsa yang tidak dimunculkan kepermukaan. Tak akan pernah ada orang yang mau menengok keadaannya dan mengulurkan bantuan. Setidaknnya itu yang diajarkan emaknya selama bertahun – tahun.
Pagi ini jarot kembali melewati pemukiman orang – orang kaya. Orang – orang yang tidak akan sudi memakan singkong sebagai menu sarapan mereka. Dipemukinan tersebut terletak sekolah yang sangat megah. Mereka yang bersekolah disana adalah anak- anak yang berperawakan bersih dan terawat. “SEKOLAH HARAPAN BANGSA” begitu yang terpampang didepan pagarnya, lengkap dengan spanduk berderetkan prestasi sekolah tersebut dengan berbagai penghargaan di bermacam ajang yang bahkan jarot belum bisa membacanya. Ia selalu menatap lama bangunan sekolah ini. Ia merasa iri, ingin rasanya ia mendapatkan permata – permata ilmu yang diimpikannya. Tapi itu hanya sejenak sebelum ia diusir satpam yang berkata “heh gembel, pergi sana!”
“Empat mata bicara padamu tuk katakan aku cinta kamu”, lagu yang sama telah ia nyanyikan hinggga siang ini. Bukan karena suaranya tidak bagus, tetapi karena jarot tidak hapal lagu lainya. Lagu itu diajarkan oleh teman – teman satu anak jalanan yang sama – sama mengamen disana. “Cuma dapet 8000, aduh” guman jarot. Bisa bilang apa dia keemaknya nanti. Kembali ia melamun tentang dirinya yang bersekolah.
Lamunanya terusik oleh teriakan teman – temannya “satpol PP datang, kabuurrrrrrr!!” dengan tergopoh – gopoh ia kemas uang – uangnya dan peralatannya dan segera melesat kabur dari kejaran satpol PP. “gembel! Berhenti lu” teriak satpol yang mengejarnya. Hari ini ia kurang beruntung. Ia terseok – seok masuk sawah dan tercebur kesungai kotor. “mereka gak akan menemukanku disini” ujar jarot. Ia pun menunggu hingga petang tiba disana.
Saat ia yakin bahwa sudah aman, ia pulang. Uang – uangnya basah semua, badannya kotor dan bau apek. Ditengah perjalanan ia kembali melewati sekolah harapan bangsa. Impiannya segera lenyap. Mungkinkah orang sepertiku bisa merasakan nikmatnya ilmu? Tanya jarot dalam hati dan pagar – pagar sekolah harapan bangsa terlihat semakin jauh baginya

Jumat, 14 Oktober 2011

My English Paper


STIMULATING TEACHING LEARNING PROCESS BY USING LAUGH: ALTERNATE METHOD TO ACHIEVE THE HAPPINESS OF MATHEMATICS LEARNING
Seto Marsudi
Yogyakarta State University

Introduction
There are so many inventions about how to teach mathematics to students so that they will understand the material. There are so many teaching methods, teaching media and aids that are involved in order to get this goal. However, the mission has not accomplished yet. Mathematics is still assumed as the object that is scarier than Bali Bomb. 
Probably, the teachers forget about something that is so important in learning mathematics. The forgotten thing is fun. Fun brings happiness, and happiness brings an easiness to understand something, not only for mathematics material but also everything. Imagine that you enter the class where students are learning mathematics and laugh is occurred there. Do you think that a discipline is broke there? Or maybe you will think, “Oh, the mathematics learning process is going well.”
Peter Kline said some words that should be something to be concerned by any teacher in this world. He said in his book The Everyday Genius that learning was the most effective when it’s fun. Not only those words, but he also said that school had to be the most pleasure place in every town and children would learn so fast if they were guided to find the principles of learning by themselves.
Laugh is something that is fun and also make healthier. Laugh indicates that a pleasant condition is worked. Nobody will reject that assumption. Humor and jokes are not forbidden thing and even something that is needed to make a pleasant condition.
How do students see mathematics? Have students felt that learning mathematics is a pleasant activity? Mostly, students will assume that mathematics is the subject that has to be avoided because their assumption that mathematics is difficult to be understood, boring, and very hard. Being able to make a pleasant condition in learning mathematics is a challenge for every single mathematics teacher in this world nowadays.

A Traditional View about Mathematics
We think that mathematics is important. We know that mathematics is an important subject to be taught. However, only a few people among us who understand what is mathematics itself. We only think, “I will not ever be good at mathematics. “ How come that point of view happens in our society?
The answer of that question could be found at traditional approaching in teaching mathematics. Traditional teaching usually starts from the explanation about ideas that are on page that students learn then followed by showing students how to answer the questions on the book. The main focus of the teaching learning process is how to get the answer. Students depend on their teacher how to get the answer. Students who got this kind of experience tend to assume that mathematics is a subject that has no clear term, the only term is an abstract pattern that is brought by the teacher.  The result is, students become dependent and their rights to get really good learning sources are taken.
That kind of view is wrong view about what mathematics is actually and how mathematics should be taught in the class. They who are learning about terms will get a good score, but they are not good thinker in the class. Traditional view gives students a good chance to learn mathematics through terms that are brought by teacher, but torture them from the freedom to think in learning mathematics.

Why Laugh?
Everybody loves to laugh. Laugh is something that is natural, universal, and gives good effect both physically and psychologically. Laugh brings some kind of hormone like endorphin and serotonin which made a person feels better. Laugh also brings a positive side into any kind of condition. Melting the hardiness at a social condition where a lot of people involved.
Junior High and Senior High students who are youngsters also love to laugh. They love to make any jokes that make them laugh. It is natural for their age. It is so pleasant for them to laugh together with each other. How if whenever students learn mathematics they can laugh together in class? How pleasure can it be for them? Is the success of teaching mathematics probability high?
Learning mathematics is an activity where emotion is fully involved. In learning mathematics, we can bring up motivation, self confidence, frustration and happiness. Mathematics teaching learning process is not a strict activity, full of laws, and soulless, but it is something brought up the strongest emotion at the soul like depression or even anger. This condition often occurs whenever learner faces something that is difficult like integral and concept of limit. On their cognitive scheme, they tend to think that they will not ever understand the material even whenever they have not studied it yet! Teacher has to be more aware from this kind of their scheme in order to help their students to get out from this condition and change that kind of cognitive scheme.
The usefulness of laugh is not only for killing the torturing condition or maybe only for filling up the spare time in the middle of teaching mathematics but moreover it also the effort to gain joy and attraction of learner into the material that is taught. By the resurrection of attraction, the next process will lead to make a learning condition that is full of happiness.          

Bring Up Laugh into Classroom

Teacher ought to understand about the basic concept in learning mathematics. The basic law in learning mathematics is that mathematics is understandable and it makes sense! Teachers have to stop their traditional way in teaching mathematics by informing all of the information to students and teachers have to start giving chance to students to understand the mathematics that they learn.
 Teacher should start from their own lesson plan on teaching mathematics. Teacher should start involving humor, jokes, or any stimulation that can bring laugh inside classroom. When the planning is well-prepared then the teaching learning process will go well also. Because the lesson plan is teacher’s detailed description of the course of instruction for one class, the lesson plan between each class will vary. Although that is not easy to determine the set, the instructional component and maybe the time requirement for involving the humor or jokes inside the class, it will be a good challenge for every teacher so they can develop a well-prepared lesson plan on teaching mathematics which is included laugh inside of it.
The next step is how to manage the class. It requires various interaction by teacher when faces various condition of the class. Interaction among whole class, small group of students and individual are different. We know that by ordinary teaching learning process, the interaction among these conditions is not easy. How if we add some laugh inside of it? Well, it is not easy too but it will bring another pleasant interaction between teacher and students. The jokes or humors for whole class may be different for small group and individual learner. Teacher can manage the jokes or humor and still stand at a goal of the effort, to bring joy.
Humor or mathematical jokes are another various teaching method so that student can think individually and then find the meaning of the jokes. Teacher has to be more aware of this. A joke can not be funny if we can not understand the meaning inside the joke, what that joke wants. Students are asked to find the meaning by themselves so they can laugh together so teacher has to prepare jokes based on cognitive scheme of the students. The jokes have to be accepted by students’ apperception. The jokes have to be linked with students’ previous knowledge and experience. Teacher can not bring up the jokes about logarithm if students have not studied it yet.
Type the keyword “mathematical jokes” on Google and teacher can find a lot of jokes that are mathematical and also funny. Teacher should be more aware to choose the appropriate joke to be brought in front of class. Although there are only a few mathematical jokes from our country and based on our culture, teacher can modify the jokes into appropriate jokes for students. Here is an example:
A museum visitor was admiring a Tyrannosaurus fossil, and asked a nearby museum employee how old it was. "That skeleton's sixty-five million and three years, two months and eighteen days old," the employee replied. "How can you know it that well?" she asked. "Well, when I started working here, I asked a scientist the exact same question, and he said it was sixty-five million years old – and that was three years, two months and eighteen days ago."
The joke is that the employee fails to understand the scientist's implication of the uncertainty in the age of the fossil and uses false precision.
The other alternate jokes is question-answer form. This is really flexible form. Teacher can melt the situation and condition especially when students are feeling so bored about the course.
Q: What does an analytic number theorist say when he is drowning?
A: Log-log, log-log, log-log, ….
It is so useful to melt the condition in the middle of learning logarithm, which students think so hard to be understood.
There are also jokes based on logical expression. Be aware of this jokes because this form of jokes sometimes make students confused.
Theorem. A cat has nine tails.
Proof. No cat has eight tails. A cat has one more tail than no cat. Therefore a cat has nine tails.
Another method is by managing small group discussion. Teacher can ask students to make their own jokes based on the material that is previously or on going learned. Teacher can ask student to make presentation or reflection in front of class so that they can also learn how to make other people think and laugh. This method allows students to think creatively because making other people laugh is not easy task to do. Moreover it has to be expressed mathematically, it will bring challenge to students and they will think wildly. Whenever some students express their joke in front of class, ask other students to give their conclusion about what their friend’s said. It will make the situation of the class become life because other students must listen and comprehend what their friend’s said. 
As for student’s worksheet, teacher can also insert some puzzle about mathematics into the worksheet so that students can also do some pleasure work to solve the puzzle brought by teacher. It is not easy also for teacher to arrange such a kind of worksheet that included a mathematical puzzle inside of it. For answering the puzzle, teacher can give a gift or reward for this to every student who can solve the puzzle as soon as possible. It will stimulate them to pay attention to their worksheet.
Various teaching aids and media can be used in order to get the goal to show up laugh inside of class. For example calculator, there are a lot of jokes using calculator that can make student realize that learning by calculator can also be fun. Here is the example how to use calculator to make joke:
There are 15 burglars that is being chased by 2 polices. Twelve of them are successfully captured. Then one police asks, “Where are the other three?” Teacher can type this number 152121 : 3  which result is 50707. Turn the calculator upside down and that will be read as LOLOS (fly away).
Another media of teaching can also be used to bring the jokes inside of class. Teacher can use LCD projector or model tools to show the jokes, not only by teacher’s explanation. Teacher can also show various movie clips that include the mathematical jokes inside of it because students love to watch movie. It will make the teaching learning process more attractive.
Teacher can make a good assessment about the progression of the class and every student. Creativity and participation of every student will change due the change of method from traditional one into laughing one. The assessment between both methods will be different. If there are no significant progressions or enhancement of students’ joy or activeness, teacher ought to make reflection to the learning process activity in the class. Whether the jokes are inappropriate? Whether students do not understand the jokes? All have to be recorded by teacher to make a good next move in teaching.

Conclusion
Leaning is a challenge. Teaching is also a challenge. Combine them effectively is a challenge. Being a humorous person is a challenge. However, laughing is simple and easy.
Mathematics is seen as boring, strict, and even torturing kind of subject. A really hard subject added with being taught by really weird people. Change those assumptions by various ways and one of them is including humor and jokes into classroom by any creative activity which can make teacher and learner laugh together. The goal is to make the mathematics teaching learning process becomes more attractive, understandable and bring happiness for all.