Label

Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2024

Perjalanan Saya dalam PembaTIK Tahun 2024 : Berbagi & Berkolaborasi dalam Inovasi TIK di Pembelajaran

 







Salam!

Saat ini, tantangan di dunia pendidikan semakin beragam. Untuk menghadapi segala tantangan di masa depan, banyak sekali keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa, salah satunya adalah kemampuan untuk berkolaborasi dengan sesama. Dengan kolaborasi, harapannya segala tantangan dan kesulitan dapat dihadapi dengan lebih mudah dan cepat.

Namun, hal tersebut menghadapi kesulitan yang amat nyata sekarang ini. Dengan adanya gawai di tangan masing-masing siswa ternyata malah makin menjauhkan siswa dari praktik kerjasama dan kolaborasi khususnya di kelas. Siswa menjadi semakin individualis dan mungkin bahkan tidak kenal satu sama lain, tenggelam dalam dunianya sendiri.

Terlebih, pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (student-oriented) mutlak menjadi sebuah keharusan. Peserta didik diminta untuk bisa menginisiasi dan memunculkan konsep-konsep yang dibahas di ruang kelas oleh dirinya sendiri. Peran guru sebagai pendidik sebagai fasilitator sangat besar untuk dapat mewujudkan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik.

Mewujudkan pembelajaran yang kolaboratif menjadi tantangan sendiri bagi pendidik. Ditambah pula tantangan untuk mengaktifkan peserta didik sehingga pembelajaran berpusat kepada peserta didik Salah satu strategi yang digunakan adalah inovasi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Pemanfaatan aplikasi yang tepat akan dapat mewujudkan harapan guru untuk menghadapi tantangan ini dengan baik.

Oleh karena itu, dalam kegiatan PembaTIK tahun 2024 saya mencoba membuat inovasi dalam pemanfaatan TIK di pembelajaran khususnya di mata pelajaran Matematika. Saya mencoba mengintegrasikan Quizizz khususnya dengan penggunaan Fitur Team Mode untuk mewujudkan pembelajaran yang kolaboratif dan berpusat kepada peserta didik.

Tampilan fitur Team Mode pada Quizizz

Siswa berkolaborasi secara berkelompok menggunakan aplikasi Quizizz


Hal lain yang saya lakukan adalah saya membuat media pembelajaran dalam bentuk audio. Menurut saya, media pembelajaran yang baik dan menumbuhkan semangat belajar kepada siswa adalah media belajar yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, saya buat konten audio pembelajaran untuk mata pelajaran matematika dan saya unggah di Spotify. Tidak lupa saya publikasikan kepada siswa agar peserta didik merasakan manfaatnya.

Podcast ASIKMATIKA, konten audio pembelajaran di Spotify

Siswa mengakses konten audio pembelajaran di Spotify

Melihat animo yang baik dan reaksi siswa yang antusias dengan pengalaman belajar ini, saya mencoba untuk membagikan apa yang telah saya lakukan kepada Bapak dan Ibu guru lainnya. Saya mulai dengan berbagi melalui Webinar di Sahabat Pembatik DKI Jakarta 2024. Pada tanggal 21 Oktober 2024, saya dan empat orang Sahabat Teknologi Jakarta lainnya membagikan praktik baik dari apa yang kami lakukan di kelas kami masing-masing. Alhamdulillah..respon peserta amat positif, terbukti dari partisipan yang ternyata ada juga yang berasal dari luar Jakarta seperti dari Banten dan Sumatera Utara. Sebuah pengalaman baru untuk saya karena pada Webinar tersebut saya pun bertugas menjadi MC. Weww..


Flyer webinar kelompok kami pada Webinar Seri ke 2 Sahabat Teknologi Jakarta 2024


Orang ganteng sedang beraksi

Tentu tidak sopan dan tidak afdol rasanya jika saya tidak berbagi ke rekan sejawat saya, guru matematika di SMAN 20 Jakarta. Pada hari Rabu, 23 Oktober 2024 saya mengajak rekan-rekan guru di MGMP Matematika SMAN 20 Jakarta untuk berdiskusi santai tentang praktik pembuatan konten audio pembelajaran di mata pelajaran matematika. Diskusi berjalan sangat menarik karena rekan-rekan saya merasa tertarik dengan ide ini. Harapan saya, pembelajaran matematika di SMAN 20 Jakarta menjadi lebih menarik dan memotivasi siswa untuk menyukai dan lebih semangat belajar matematika.

Flyer kegiatan berbagi praktik baik di MGMP Matematika SMAN 20 Jakarta

Diskusi yang hangat dan seru bersama rekan sejawat

Tantangan untuk mewujudkan pembelajaran kolaboratif di SMAN 20 Jakarta tentunya juga dirasakan oleh Bapak Ibu guru hebat di SMAN 20 Jakarta. Oleh karena itu, saya mencoba berbagi praktik baik bagaimana memanfaatkan TIK untuk mewujudkan pembelajaran kolaboratif yang telah saya lakukan di kelas kepada rekan-rekan guru SMAN 20 Jakarta. Saya ajak Bapak Ibu juga merasakan keseruan pembelajaran kolaboratif ini selayaknya peserta didik. Alhamdulillah..respon Bapka Ibu guru sangat positif. Harapannya ide ini dapat dimanfaatkan Bapak Ibu guru sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAN 20 Jakarta.


Flyer kegiatan berbagi praktik baik Komunitas Belajar SMAN 20 Jakarta

Berbagi dengan rekan-rekan guru SMAN 20 Jakarta
 

Harapan saya pribadi, kegiatan baik seperti ini terus dapat dilaksanakan dan didukung penuh di Indonesia. Dengan banyaknya ide-ide baik yang dibagikan, tentunya akan menginspirasi pendidk-pendidik untuk mewujudkan inovasi di kelas masing-masing khususnya dengan inovasi pemanfaatan TIK di kelas. Semoga dengan demikian, kualitas pendidikan di Indonesia menjadi terus meningkat dan jauh lebih baik.


Kamis, 20 September 2012

Tim KKN-PPL UNY 2012 SMAN 1 Kasihan

Assalamu'alaikum wr wb

Well, it;s my first time to write on my blog. Kayaknya sih kalo blog ini dimisalkan sebagai rumah/kamar/ruangan, dia pasti udah penuh sama sarang laba-laba, debu, kecoa, dsbg. Untungnya ga kayak gitu, repot ngebersihinnnya.hehe

Sekarang gue lagi gak mau curcol tentang "pengkhianatan" gue sama blog gue ini, lain kali aja dah..hehe yang mau gue ceritain adalah bahwa gue telah mengalami kenangan yang tak terlupakan bersama teman-teman KKN-PPL UNY 2012 di SMA N 1 Kasihan. Masa KKN-PPL gue cuma 3 bulan, terhitung dr 2 Juli-17 September kemaren tp macem-macem rasa telah hadir di masa sesingkat itu.

Kalo cerita kejadian sehari-hari tentunya ga bakal muat en gue bakal pegel, so I wanna introduce to y'all about my team where I become this group's leader. Keputusan yang gue tau bakal mereka sesali di kemudian hari pas cerita ke anak cucunya.
"Mbah, ceritain dong pas masa KKN dulu"
"Kan mbah udah cerita sama kamu dulu-dulu"
"Iya, tapi mbah belum cerita tentang ketua kelompoknya. Orangnya kaya apa sih mbah?"
"Dia cowok."
"Whoaa, ganteng ga mbah?"
"Cucuku tersayang, lebih baik kamu tidak mengetahui kenyataan tentang orang itu. Dia lebih berbahaya dibandingkan Voldemort dan Madara Uchiha dijadiin satu. Jangan sia-siakan hidupmu nak."
...
"Voldemort sama Madara Uchiha siapa mbah?"

Kira-kira gitu deh, bisa-bisanya gue dipilih en bisa-bisanya gue mau. Tapi semua udah terjadi, en gue ga pernah menyesali hal ini. Coz it was amazing! You only get this KKN-PPL period once in your time and you were a team's leader? *membusungkan dada . Hahaha.

This is the team:


atas ki-ka: Teguh, Eko, Gue (yeah, I know that's disgusting), Faqih, Melita, Keke, Sofiyah
bawah ki-ka : Mega, Rosa, Endah, Dewi, Amallia, Yunita, Widya, Vita

sebenarnya pengen gue ceritain tentang temen-temen KKN-PPL gue ini orang-orangnya kaya apa. Tapi berhubung perut gue udah protes minta diisi, lain kali aja deh gue ceritain orang-orangnya kaya apa.

Gue dengerin cerita temen-temen yg lain tentang kelompoknya kaya apa, gimana serunya mereka, gimana kompaknya mereka, gimana hebohnya acara yg mereka bikin, gimana asiknya kelompok mereka. Well, gue cuma bales nyengir.

I don't really care if they think that kelompok gue ga seheboh yg lain, ga sekompak yg lain, ga seasik yg lain dengan berbagai acara en kegiatan mereka, well I can say that every group has it's own story.

My group story is amazing..
My KKN-PPL group is the best .. although there's no award for that
And still unforgettable..

Rabu, 29 Februari 2012

Menikah?Mau,,Tapi..

Tulisan ini gue buat dari dasar kegelisahan mendalam akibat denger kabar bahwa temen gue-yang udah lamaaa banget gue ga tau kabarnya ampe-ampe gue ga tau kalo dia masih idup apa kaga- ternyata udah nikah en udah punya anak pula. Anjrit?

Sebenernya sih biasa aja beritanya, coz temen-temen lama gue yang udah nikah juga buanyaaak..bahkan beberapa juga udah punya anak. Tapi, masalahnya gue sekarang udah di penghujung masa mau selese kuliah (1,5 taun lagi insya Allah) en rasanya topik "nikah" ntu udah semakin terasa nyata buat gue. Yang jadi pikiran ialah, gue udah punya calon-wanita cantik luar biasa baek- yang udah mau ama gue en nerima gue beserta satu paket gue yang ancur ini tapi gue belum punya modal buat meminang dia. Ape coba? Syaratnya ialah gue kudu selese namatin kuliah gue en kudu dapet kerja plus jaminan uang sehingga gue bisa ngidupin anak istri gue sehari-hari. Well, akhirnya jadi kepikiran juga.

Sebenernya udah gue pasang gede-gede di kamar gue targetan gue lulus en nikah ntu usia berapa aja.  Soalnya itu kan masalah yang krusial banget di tahapan idup gue sekarang. Ga mungkin dong gue ga ngasih kepastian diri sendiri, gimana mau mastiin orang lain buat yakin ama gue? (beraaat). Akan tetapi ketika memandangnya gue jadi mikir lagi, e buset, udah tinggal setaun or dua taun lagi nih? perasaan baru kemarin gue pindah ke Yogya buat kuliah? Emang ga terasa waktu berlalu.

Tapi gue, n lo lo semua yang masih belum punya kepastian idup tapi udah ngebet, kudu yakin bahwa rencananya Allah tu pasti ada yang terbaik en klop ama keinginan kita. Syukuri segala aset dan nikmat yang dimiliki. Ga semua orang lho punya apa yang kita miliki sekarang? Kalo di kasus gue, gue berpendidikan di Universitas yang ga malu-maluin mertua banget en gue udah punya orang yang mau nerima gue. Banyak yang udah mapan, tapi cewek/cowoknya belum ada ato malah udah punya calon tapi belum punya modal buat ngebanggain pasangan en keluarganya. Semacam itulah.

Menikah? Jelas gue en semua orang yang ngaku normal pasti jawab MAUUU!! Tapi,, jelas kudu pandang realita en kenyataan yang ada. Nikah ntu keputusan sekali seumur idup coy! Msalah ada orang yang nikah berkali-kali mah bukan urusan gue, tapi yang jelas buat gue nikah cuma sekali. yang jelas segala perencanaan kudu amat sangat teramat mateng. Kehidupan akan berjalan amaaat sangaaaat panjang, terlebih buat yang mau nikah muda. Ketika kita menikah dengan orang yang bukan pilihan hati kita, kita ga bahagia-bahkan jijay- sama dia, pasti sengsaranya luar biasa menyakitkan. Menyakitkan buat lo, en juga buat pasangan lo. Karena dasar dari pernikahan adalah cinta. Kalo udah cinta mah, mau bencana, perang nuklir memisahkan juga ga ngaruh buat perasaan dua insan. Tetep aja ga terpisahkan.

So, menikahlah kawan. Ketika engkau sudah siap fisik dan batin. Ketika engkau sudah membungkus segala modal yang engkau miliki dengan kata sederhana bernama cinta. Karena menikah bukanlah puncak dari sebuah hubungan, tapi awal dari sebuah hubungan yang akan dijalani selamanya..

-Tulisan yang muncul di penghujung hari yang hanya muncul 4 taun sekali dengan tema: NIKAH. Fantastis

Kamis, 16 Februari 2012

Buat apa Belajar ?

Ada pernyataan yang cukup fenomenal (menurut gw) dri dosen gw pagi ini,,beliau mngutip kata-kata dosen senior di sini juga,,katanya "Tidak semua yg Anda pelajari di perkuliahan akan berguna bagi Anda di kehidupan kelak" Yaah kira-kira begitulah..

Kenapa gw anggap fenomenal? Well, sebenernya bukan fakta tu yg menurut gw bombastis,,gw rasa bahkan anak sekolahan jga bakal mikir lah, ngapain jga gw belajar capek-capek yg blum tntu bkal guna di kehidupan gw nanti? Ambil contoh pas SMA dulu gw belajar sebangsa Sosiologi, Geografi, B.Arab n de el el..lah trnyata gw masuk P. Mat pas kuliah..jelas ga kepake kn abis lulus SMA? Gimana coba buat temen2 yg lgsg kerja di pabrik apa kantor gitu..apa iya dia ditanyain ttg soal-soal Kimia or Sejarah gitu? ya kaga kan? Terus buat apa kita pelajari coba? Cuma ngejar nilai doang? Sertifikat tanda lulus supaya bisa ngelamar kerja,lanjut kuliah, or diterima calon mertua? klise bgt kan..

Yang gw anggap unik adl bahwa orang-orang udh tau fakta itu, tapi mereka ttep aja ngelanjutin ngelakuin hal itu. gw tau bahwa gw jga ga bakal make yg namanya Aljabar Abstrak or apa lah pas nnti gw ngajar,tp tetep gw belajar! gw yakin tmen" yg ambil ilmu laen jga brfikiran sama. Toh jga blum tentu kepake kan? ya kalo lo bakal jd dosen or akademisi,kalo kaga? Gw belajar buat dapet nilai? Jelas.. Sertifikat? Ya pasti..(gw ga mau sok sok idealis) Tapi bukan tu yg pling penting sob, ILMUnye yg kudu didapet..

Jujur,gw ud semster 6 n gw rada sdikit nyesel, knapa di smster" awal gw kga serius bgt bwt dapetin ILMUny? gw baru nyadar ketika ud mulai ngajar les, interaksi ama sekolah n liat pembelajaran di kelas. Gw ngeliat guru di depan nyerocos ttg materi" ke siswa, Masya Allah, beberapa taun ke depan bakal gue yg ada di depan kelas! Gantian nyerocos jga ttg ilmu" yg gw punya ke siswa. Mana mau kn siswa diajarin sma orang yg bego? kalah ilmu en informasinya dr mreka? Sempet cwe gw ngutip dr dosennya bhwa emang qt belajar anu itu ina ini yg mungkin kaga guna pas nnti ngajar di sekolah, tapi inget, ga mungkin kan pengetahuan guru sama ky anak sekolahan? kalo iya, mending belajar materi SMA/SMP aja selama 4 taon perkuliahan.

Gw ngomong gini karena gw mahasiswa pendidikan yg nantinya bakal ngajar di sekolah, tentu beda kasus sma yg bakal jd dokter, insinyur, businessman, or yg berkecimpung di bidang laen. Tpi gw yakin prinsipnya ttp sama, kita belajar ba bi bu be bo yg kudu kita pertanyakan adl bukan apakah nanti materi yg masuk tu berguna bwt kita di kehidupan kelak, tapi apakah kita dapet keseluruhan ilmu ampe susunan nalar en cara berfikir dari apa yg qt pelajari? karena ingatlah sob, ilmu yg berguna en membekas pasti bakal bermanfaat di kehidupan kelak. Btul kaga?

Semoga kita semua diberi kemudahan dalam menggapai indahnya ilmu, dimanapun medan perang kita masing-masing. Aamiin 

Kamis, 12 Januari 2012

How to Promote International Level of Schooling If I were Major


How to Promote International Level of Schooling If I were Major

Seto Marsudi
Mathematics Education 2009
Yogyakarta State University

International level of schooling has become main idea of schooling in our country. It can be proved from the increasing of amount of International Based School which we called SBI and also schools which are close to the international level of schooling which we called RSBI. The purpose of government to label those schools with those names is increasing the level and quality of educational system in Indonesia. The increasing of quality of educational system in Indonesia will bring the enhancement of quality of the country itself.

Although there are still some issues that some people have not afforded like how high tuition fee, the balance with what you pay and what your children get, the international level of schooling is effort that we have to appreciate it. World is holding a competition. Competition in how good a nation can build quality of nation in several areas like technology, art, economic, and also education. International level of educational system in our country is something that has to be priority because if not, we will lose step with other countries. International level of educational system will bring the changing of schooling. The quality of schooling becomes international which of course needed the increasing of quality of its aspects like headmaster, teachers, supervisors, and so on.

What if I were a major of a city? What can I do to promote the international level of schooling in my city? What is my contribution in enhancement of my city’s educational system? We know that major is someone who is not directly work in the field of education especially school, but his/her existence can affect the whole life of educational system of the city itself. Although the central government has made rules and criterions that have to be applied in practical of schooling, major as the top leader of city is someone who has responsibility to make sure those rules is applied or not. Major is also someone who can be so creative and active to make increasing the level of schooling in city with major’s rule. Major is allowed to make any changing of educational quality in the city because major holds access of many aspects which can support educational area such as funds, any kinds of permissions access of many government and private instances, and also society of the city.

Usually, the education issue is something that is so important that any people who want to be major will attach it on their campaign so they can achieve trust and attention from society and can be elected as major. Generally, the main issue is about fund. How much rupiahs is afforded for education areas in city. For me, as a major of a developing city, I will obey Undang-Undang Dasar and make the rules of at least 20 percents of local budget is for education comes true for my city. We know that to make the level of schooling becomes international, needs a lot of money. City government which is led by me, will support the existence of SBI and RSBI which practice the international level of schooling in their daily teaching and learning. I will also give my full attention to the aspects of education, like the system, assets and everything that support and enhance the international level of schooling. Like Yogyakarta who has Peraturan Daerah No. 5 tahun 2008 who arrange the management of educational system of the city, I will make sure that my city also has rules that manage increasing of quality of educational level of schools in my city. Not only for SBI and RSBI schools, but also for all schools that located in my city. SBI and RSBI schools get my special attention because they are representative from my city that my city can compete with any other city in this world in giving knowledge to students and growing the next generations of the city.

I will give my attention and praise for every headmasters who have worked so hard to make his/her school becomes better, better and better in managing international level of schooling. I will also give my attention and thanks for all of the teachers who have worked very hard to grow my city’s seed of next generations so they can get the international level experience of studying and learning. I will give my attention to my youth generations, who study very hard and learn so well. Also for their parents who support their children and their children’s school.  I will also give my attention to all people, all aspects who build, support and enhance the international level of schooling. I will make sure that the people that work on international level of schooling in my city also have international level in themselves. Forget about the commercial effects, I don’t care whether my effort is praised high and can make my name and image fly so high in society. I will concern about the improvement of quality of educational system of my city. That is how I promote international level of schooling if I were a major.     


Sabtu, 10 Desember 2011

Studying the Method of Teaching Mathematics Across Multicultural Context


Seto Marsudi
Mathematics Education 2009
Yogyakarta State University
A. Introduction
Indonesia is a developing country. In the development, Indonesia needs his people to build the country into a country that established well and strong. How can the people build the country into the state that dreamed by everyone? Of course, building and enhancing Indonesia can only be done by using science. Without science, there will be no progress. Indonesia will only be a country that dreams for something that other countries have. We will never have train, bus, and plane without science. We could not improve the usefulness of our assets without science.
Mathematics is one kind of science that Indonesia needs. Mathematics is base of every kind science in the world. You can not make a society without mathematics there. But, we are facing the problem. The problem is, so many people in Indonesia have low skill in mastering and understanding mathematics, and also the young generations is including there. How can we apply mathematics if we have not understood it well?
In this case, we ought to see and learn from other countries in the world. We are not alone in this world. We have so many neighbor countries which are developed well by using their science, by using their mathematics. How can Malaysia build their monorail? How can Japan always improve their technology? How can Russia be one of the leaders in military technology? They use their knowledge. They use their technology. They use their mathematics.
We can ask, learn, discover, research, find out and apply their knowledge to our country. Although we are different in many things, especially culture, the mathematical thinking does not work by that way. It does not care about the diversity that human have, it cares on as long as you are human you can build your own mathematical thinking. Mathematics is through the multicultural culture in this world.
B.  The Same Problem of Difficulties in Teaching Mathematics
We have so many difficulties in teaching mathematics to students, the young generations of Indonesia. It is shown by our score in National Examination is still low. In other case, students think that it is so hard to understand mathematics because it is an abstract thing. Something that they can not find out how they can relate the material into their real world. They integrate, differentiate, draw a curve, find the volume, but what for? It is so hard for them to reveal the answer. There something wrong in our system of learning mathematics.
In other side of the world, our neighbor countries also have faced same kind of problem. Japan has been downed by bomb that destroyed Hiroshima and Nagasaki in 1945. Japan lost so many of their teachers, especially mathematics teacher. Malaysia, during 1960, faced great problem in teaching knowledge to their students. They even ‘imported’ teacher from Indonesia to teach there, including mathematics teacher. But we can look now that they have passed the troubles. They have developed now.

C.  Seeing Other Countries’ Context
It is not impossible to learn and enhance our knowledge of mathematics by studying to other countries. It does not matter whether we eat rice and English eat bread, we wear batik and Japanese wears kimono. The diversity is some kind of beauty that God creates in this world. The diversity does not stop and block the way of mathematical thinking, it enhances and improves the mathematical thinking.
There are so many alternatives that other country has that can be applied in our country to improve the process of understanding mathematics -which Freudenthal said as ‘mathematization’- and also to improve the process of teaching mathematics.
Singapore
As Prime Minister of Singapore Lee Hsien Loong said in his inaugural National Day Rally Speech in 2004 urged Singapore schools to “Teach Less” so that our students can “Learn More”. In 2005, the Ministry of Education (MOE) of Singapore adopted the Teach Less, Learn More (TLLM) movement which is about teaching better, to engage our learners and prepare them for life, rather than teaching for tests and examinations. There is more quality in terms of classroom interaction, room for expression, and the learning of life-long skills such as thinking through innovative and effective approaches. At the same time, there is less focus on rote-learning, repetitive tests, and following prescribed answers and set formulae.

Russia

Russia has other method to improve their teaching learning process and differentiate with other country, they said it as Open Lessons. Ivan Vysotskiy from Moscow Institute for Open Education said that Open Lessons (OL) were the usual studying form when students begin their work at schools as young teachers. One can say that OL play the same role in Russia as LS do in Thailand, Japan and other economies joined to the project. But the understanding of OL is slightly wider, than LS. Russian school practices OL for tens of years using them for different purposes
(a) Training young teachers;
(b) Exchange of experiences between teachers;
(c) As educational tools for continuous teachers’ education programs;
(d) As part of teacher’s certification program (every five years);
(e) Presentation of new education technologies, editions, or methods.

Malaysia
Ui Hock CHEAH said that the current focus of teaching and learning in Malaysia places emphases on the processes of mathematical thinking in addition to the integration and application of technology. The importance of mathematical thinking is translated in the curriculum to include the various mathematical processes: problem solving, mathematical communication, mathematical reasoning and mathematical connection. The current classroom practice seems to focus on getting the students to arrive at the procedures as determined by the teachers.   

Japan
The work of Minoru Ohtani from Kanazawa University is collaborating the Realistic Mathematics Education with social theory of Vigotsky. They proposed a unit design for teaching proportion in a sixth-grade of Japanese elementary mathematics classroom based on cultural-historical theory in which cultural tools such as table, graph and formula become symbol of proportion in collective discourse. They described a hypothetical learning teaching trajectory only for numerical table. Results from the interpretation of the data reveal that the process of symbolizing consists of four phases. This hypothetical trajectory could be applied for of symbolizing graph and formula as well. Teaching experiment reveal that classroom collective discourse functions as social resources for promoting process of symbolization. Through collective discourse, the cultural tools are gradually appropriated by the pupils as cognitive means for regulating their personal mathematical activity. Thus, process of symbolizing of cultural tools is characterized by changes of their function form collective use to private one.

Marsigit
Marsigit thinks that for Indonesian context, the aim of mathematics education from now on is still urgently to promote mathematical thinking and to take it into actions. Accordingly, these lead to suggest that it needs to conduct classroom-based research to investigate the necessary driving factors towards students’ ability to develop mathematical thinking. Marsigit’s work indicated that mathematics would have to be applied to natural situations, any where real problems appear, and to solve them, it is necessary to use the mathematical method. The knowledge, skills, and mathematical methods are the foundation to achieve the knowledge on science, information, and other learning areas in which mathematical concepts are central; and to apply mathematics in the real-life situations.

D. Conclusion

There are so many knowledge and new informations by studying to other countries. They have different culture and method of teaching their students but they also face the same problem in mathematics, just like us. By learning and discovering their hints and their ways of improving the skill of mathematics, we can also improve our skill of mathematics.
One thing that people should concern is not all of other country ways work on our country. It is because they apply their way based on their culture, their environment, etc. We have to modify into our culture, our environment, and everything that Indonesia-based. We also have to beware that we should not absorb all of their ways because we can lost our identity. We can lost our characteristics. Learn and adopt just only what we want and just what we need, not all of them.

References
Marsigit. 2007. Mathematical Thinking Across Multilateral Culture. [Online]. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Marsigit,%20Dr.,%20M.A./Mathematical%20Thinking%20Across%20Multilateral%20Culture_Makalah%20Marsigit%20Semnas%20di%20Jurdik%20Matematika%20UNY%202007.pdf [November 21st, 2011].
Peggy Foo. 2006. Improving Lessons on Mathematical Thinking through Lesson Study ~3CaseStudies.[Online].http://apec-lessonstudy.kku.ac.th/upload/paper%20apec/Peggy%20Foo.pdf [December 1st, 2011].
Ivan Vysotskiy. 2011. Stochastic Line In Russian Junior School (7 - 9 grades). [Online]. http://apec-lessonstudy.kku.ac.th/upload/paper%20apec/Ivan.pdf [December 1st, 2011].
 Ui Hock CHEAH. 2010. Improving Assessment in the Primary Mathematics Classroom through Lesson Study. [Online]. http://www.crme.kku.ac.th/APEC/APEC%202010/Paper/Ui%20Hock%20CHEAH.pdf [December 1st, 2011].
Minoru Ohtani. 2007.  Design Research in Mathematics Education: in Case of Teaching Direct Proportion. [Online]. http://www.crme.kku.ac.th/APEC/APEC%202010/Paper/Minoru%20OHTANI.pdf [December 1st, 2011].



Jumat, 25 November 2011

A Memory and a Regret for my Beloved Grandpa(s) part I

Jam di weker gue nunjukin ud mau hampir jam setengah 2 pagi. Tapi ga ada salahnya kan kalo nulis dulu sebelum tidur? hehe

Well, sebenernya tulisan ini terinspirasi dari tulisan temen gue (Nidya) di blognya dia yang nyebutin kalo dia bener-bener kehilangan sosok mbah putrinya yang notabene dia rawat ampe akhirnya Allah manggil mbahnya. Bentuknya puisi gitu sih jadinya cukup ngliat susunan katanya aja udh sedih.N akhirnya gue mikir, iye ye? Gue juga ngerasa kaya gitu nid. .

Di Medio 2011 ni gue kehilangan dua orang mbah gue n dua-duanya laki-laki-orang Jawa nyebutnya Mbah Kakung alias Mbah laki-laki. Mbah yang pertama adalah mbah gue yang di Jogja ini. Emang sih almarhum bukan mbah kandung gue cz mbah tu pamannya babeh gue (adik'a ibu'a bokap gue,got it?) tapi bokap udah nganggep die sbg bapak kandungnya soalnya bokap gue udah ditinggal bapaknya dari kecil n dari kecil ampe gede ngikut mbah gue ini. Ribet amat yak jelasinnya? Paka nama aja lah, nama almarhum itu Senen Hadi Prayitno jadi gue manggilnya Mbah Senen. Sedari kecil gue udh seneng sma simbah yg ini soalnya dia tinggalnya di Jogja (which is kalo lebaran jarang bgt kesana dr kecil) n die mantan perwira TNI AU yang ikut pembebasan Irian Barat jadinya pas kecil gue seneng abis denger cerita die ttg masa-masa baheula ntu.

Singkat cerita, gue udh kuliah n gue tadinya tinggal di rumah Mbah Senen, berdua sma bibi gue namanya Mba Yuli (bibi kok dipanggil mbak? jangan heran..). Tapi Mbah Senen udah pikuuuuun abis. Jadinya tiap gue or Mba Yuli belum pulang ke rumah ntu mesti ditungguin di luar rumah, di pinggir jalan, padalah jalannya tu jalan umum yang dilewatin motor n mobil (rame pokoknya lah) ga kebayang ngerinya? Akhirnya gue mutusin ngekos supaya ga ngerepotin soalnya kerjaan mahasiswa kan bisa ampe malem tuh, bisa-bisa mbah gue sakit dah nungguin gue blom balik ke rumah. Tentu aje bokap ngemanahin supaya mbah sering-sering ditengok soalnya udah tua, pikun, n cuma tinggal berdua (sendirian kalo misal mba Yuli kerja). Tapi alangkah parahnya, selama dua tahun berselang gue jaraang banget ke rumah mbah. padahal jarak kos sama rumah dkeet banget. Tapi emang gue gaya banget dah sibuk kegiatan organisasi ini itu jadinya males kesana.

Biar kata gitu, tapi tetep lah gue beberapa kali nemenin simbah kalo sendirian di rumah pas gue lagi kosong ga ada agenda. Ya paling gue tidur disana or bareng makan disana. Kadang juga gue beliin makanan walau emang ujung"nya yg ngabisin ya gue" juga. Parah abis dah gue jd cucu. kadang juga bokap ampe nyembur-nyembur gara-gara gue kalo laporan udah ke rumah mbah apa blum gue cuma bisa jawab "B b belum Pak".

Mbah Senen sebenernya meninggal di Malang, di rumah anaknya yang kedua, Mba Ndari namanya. Mbah meninggal gara" sakit dibawa ke RS akhirnya dipanggil di sana. Tapi yang aneh bukan disana, tapi di momen sebelum Mbah terakhir kali meninggalkan Yogya pas masih hidup.

Jadi ceritanya itu pas hari sabtu pas mbah malemnya mau pergi ke Malang naek kereta dianter Mba Yuli. Gue ga dapet kabar kalo mbah mau berangkat malem itu juga. Tapi ntah kenapa gue dapet feeling kalo pagi itu gue kudu ke rumah mbah (ga cuma emng gue lg laper n males beli makan). Bener aja, simbah lagi sendirian di rumah. Gue kaget cz biasanya ttp ada yg nemenin, ntah tetangga or sodara gue yg laen. Ya akhirnya seharian bener-bener gue temenin dh simbah. Sempet juga gue anter cukur rambut n muter-muter kompleks sambil naek motor. Sepanjang jalan die nyerocos aja ttg rumah-rumah, jalan, kya "Mbiyen neng kene ono omah gedhe lho le (Dulu di sini ada rumah gede lho nak)" kaya gitu-gitu. Gue cuma iya-iye aja berasa nganggep ga penting abis. Tapi gue bisa liat raut bahagia n kebanggaan dia pas ditanya mba Yuli "Udah potong rambut Pak?" dia jawab " Udah" sambil pamer kepalanya gitu. Gue cengar cengir aja disitu.
Malemnya gue sama sodara gue nganter mbah ke stasiun buat naek kereta jam dua belas malem lebih naek Malabar buat ke Malang. Yah, itu saat" terakhir gue liat mbah gue idup n senyum ke beliau. Dadahnya die berasa nyelekit abis kalo tau kejadian selanjutnya bahwa die kembali ke Jogja pas udh ga bernyawa.

Info kalo Mbah Senen meninggal pun bener-bener ga disangka. Allah emng penuh rahasia n kejutan kali ye? Jadi pas hari itu pas Hima (Himpunan Mahasiswa-organisasi yg gue ikutin) lagi Up Grading buat pengurus-pengurusnya. Yang jd panitianya tu yg pada jadi kepala bidang di Hima, kita nyebutnya PH (Pengurus Harian) n gue salah satu diantaranya cz gue Kepala Biro Humas. Gue bener-bner ga da feeling jelek or apa gitu. Gue kesana bener-bener sneng-sneng ria sma tmen-temen soalnya tempatnya keren (Waduk Sermo, Kulon Progo, you have to check that out man!) n gue kebagian moto-moto jadinya sliweran ksana kemari.

Pas mau ke rada siang gitu, gue ngecek HP ternyata bokap nelpon gue udh belasan kali. Gue kaget, ga biasanya bokap miscall gue berkali-kali kya gini. Tadi pagi juga gue udh ngasih tau kalo gue ada acara di Kulon Progo. Akhirnya gue sms 'ada apa pak?' n bapak gue langsung nelpon n ngabarin "Mas sekarang bisa ke Mundu (rumah mbah) gak sekarang? Mbah Senen meninggal" sambil sesenggukan gitu. Bokap gue emang tampang preman bung, tapi kalo urusan ortu n kluarganya dia bner-bner berasa jadi anak kecil yang ga bisa nahan nangis. Sontak gue kaget, suer! Gue ga bergeming trus gue ga bnyak basa-basi lgsg jawab "Bisa Pak!" Gue duduk perlahan di base camp panitia dimana cuma ada temen gue Aldi, Rosa n Pastita (another PH). Mereka pada nanyain ada apa, mungkin liat air muka gue horor gtu kali y? gue cuma bisa jawab "Mbahku meninggal, aku harus pulang sekarang" Gue, ga sadar menitikkan air mata pas gue ngetik sms ke cewe gue :

Innalillahi wa innalillahi roji'un
yank

mbah Senen meninggal
a kudu pulang ke Mundu sekarang
mohon do'anya ya sayang. .
assalamu'alaikum


Padahal saat itu gue lagi marahan sama cewe gue tapi gue bener-bener ga bisa nahan perasaan sedih gue, gue mau laporin ke siapa lagi? Akhirnya minjem motor Rosa (motor gue ban'a secara ajaib bocor n ditambalin sma Aldi pada akhirnya) gue pamit ke Rizki, ketua Hima gue n mnta tolong supaya berita ini jangan ampe kesebar soalnya gue ga mau ngerusak mood temen-temen yg lagi seneng-seneng disana. Pada akhirnya amanah dr gue emng dilaksanakn bner-bner sama tu anak soalnya ga ada yg tau kabar ini selain temen-temen PH. Gue kebut tu motor sampe Mundu.

Sesampainya disana gue-cuma make training n baju bau ditutupin jaket hima-lgsg dipeluk Mba Yuli n sodara-sodara gue yg lain. Gue cuma bisa berusaha nenangin Mba Yuli yang emang paling sedih disana, secara gitu dr lahir smpe gede ga pernah ditinggal bapaknya. Gue cuma bisa bantu ngurus persiapan ampe jenazah dteng.

Jenazah dateng malemnya, sekitar jam dua pagi, gue langsung bantu-bantu persiapan jenazah dari dateng, dimandiin, dikafanin ampe disholatin. Berhubung gue cucu atu-atunya yang gede n laki-laki ya gue jdi sksi sibuk ksana-kemari. Disana gue juga kudu nemenin n mnghibur mbah kandung gue, Mbah Sanem namanya, soalnya dia juga sedih lah pastinya wong adiknya meninggal gitu. Bokap n keluarga dr Tangerang dateng jm 3 pa 4 pagi ya? gue lupa soalnya gue ketiduran di sofa gara" kecapean.

Besok paginya mbah Senen dimakamin di dket rumah. Alhamdulillah lancar. Ada temen-temen gue jg yg dteng, Latif, Syahlan, Tanto, Eko, Teguh, Mas Faizin. Entah mereka dpet kabar drimana soalnya emng gue ga ngasih tau, tapi gue bener" makasih bgt cz yah se ga nya da temen gue yg mau rela mampir gitu buat do'ain mbah gue. Thanks guys.

Kenangan gue sama Mbah Senen lumayan banyak. Lebih karena gue juga tinggal di Jogja pas kuliah n gue ngerasain suka-dukanya simbah selama 2 tahun terakhir masa beliau hidup. Dari yang sakit lah sampe mbah ngilang gara" ngeloyor pergi dr rumah gitu aja buat jalan" n ga bilang siapa". Di antara sodara-sodara gue yg lain, Mba Ari n Catur emang gue yg paling dket sma ni Mbah. Jadinya gue tetep ngerasa keilangan banget. Sekarang yg gue rasain cuma nyesel aja. Kenapa dulu ga gini? Kenapa dulu ga gitu? Tapi ya percuma juga kan? Pesen Bokap gue: "Sering-sering do'ain simbah ya mas, Yasinin kalo perlu." Beh, u can trust me on that.

Gue cuma bisa berdo'a supaya Allah nerima mbah gue seutuhnya. Gue ga tau pas masa mudanya separah apa or sebae apa. yang jelas sebagai cucu ya gue cuma bisa do'ain supaya mbah gue tenang di alam sana. Aamiin. .

-cerita mbah gue yang atu lgi ntar lgi ya? gue ngantuk..kudu kuliah pagi pula. C U