Cerita sang √2
Aku adalah √2
Yang dalam kesendiriannya menatap dunia
Walau hangat mentari menyapaku mesra, aku tak bergeming
Karena aku adalah √2
Mereka memanggilku irasional
Mereka menyeru dan berteriak kepada dunia bahwa aku tidak normal
Namun aku tetaplah √2
Aku tidak diinginkan
Tidak ada yang mau menerimaku dimana-mana
Ketika aku muncul, mereka menyebutnya sebuah musibah
Aku dipinggirkan
Tapi mereka tetap tidak bisa menghapusku dari sejarah
Berjuta tahun telah ku lalui
Melewati segala caci maki dan onak duri
Sempat ku menggugat Tuhan Pencipta Ilmu Pengetahuan
Yang dalam khazanah-khazanah ilmu sang nirwana melahirkan aku ke
dunia
Tapi mengapa hanya aku yang disisihkan dari berbagai himpunan?
Menggapai harapan kosong kah eksistensiku?
Salahkah bila nilai diriku mencapai ketakhinggaan alam semesta?
Tapi itu dulu. .
Ketika air mataku belum kering membeku hingga dihempas bebatuan
Mereka pikir aku akan membuang segala asa? Tidak!
Ini waktunya bagiku mengubah pusat gravitasi tempatku berpijak
Belum saatnya bagiku untuk menjadi tanah, aku masih muda!
Akan kulangkahkan kakiku mencari √2 yang lain di dunia ini
Menemui mereka yang bernasib sama denganku
Menyeru kepada mereka, “Bangkitlah! Ikut berjuang bersamaku!”
Untuk merebut keadilan dalam kesempurnaan alam raya
Karena aku adalah √2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar