Hai guys! Lama banget ga nulis di blog ndiri ni..postingan yg ada malah tugas kuliah semua,cape deh. .hehe
Eniwei, kali ini gw mau bagiin cerpen asli karya gue sndiri! Mantap. Karya gue kali ini gue bikin pas ada acara Himatika Writing Community yang temanya lg bikin cerpen puisi, nah gue kbagiannya bkin cerpen (pesertanya banyak, makanya dibagi dua gitu), Sebenernya acaranya udah lama banget, tanggal 26 September 2011, tapi mau gimana lagi, punya waktu buat mostingnya skarang..(melas amat ye?) hehe. Gue jg ga tau ni cerpen bagus apa kaga, jadi cekiprot sndiri aje ye.. oh ya ni link ke alamat blog HImatika Writing Community (HWC) kalo lo mau baca another cerpen n puisi yang bagus-bagus lainnya karya temen-temen Himatika..disini
Eniwei, kali ini gw mau bagiin cerpen asli karya gue sndiri! Mantap. Karya gue kali ini gue bikin pas ada acara Himatika Writing Community yang temanya lg bikin cerpen puisi, nah gue kbagiannya bkin cerpen (pesertanya banyak, makanya dibagi dua gitu), Sebenernya acaranya udah lama banget, tanggal 26 September 2011, tapi mau gimana lagi, punya waktu buat mostingnya skarang..(melas amat ye?) hehe. Gue jg ga tau ni cerpen bagus apa kaga, jadi cekiprot sndiri aje ye.. oh ya ni link ke alamat blog HImatika Writing Community (HWC) kalo lo mau baca another cerpen n puisi yang bagus-bagus lainnya karya temen-temen Himatika..disini
Untitled (Karena gue ga sempet kasih judul)
“Jarot!
Cepetan berangkat!” gelegar emaknya dipagi hari telah membangunkan
jarot dari lamunannya. Aneh sekali, ia pikir. Sudah beberapa hari ini
lamunanya sama, lamunan yang selalu menyergapnya ketika ia sedang diam,
ia melamun dan membayangkan dirinya bersekolah. “lu mau mak lempar pake
wajan? Cepetan cari duwit” kali ini emaknya benar – benar serius.
Secepat kilat jarot ambil peralatan ngemennya-alat kecrekan dari tutup
botol bekas-dan segera melesat kelampu merah tempat ia bekerja.
Jarot
adalah salah satu dari jutaan anak Indonesia yang kurang beruntung.
Disaat anak – anak seusinya sedang astik – asyiknya bersekolah, jarot
sudah harus menghidupi dirinya, emaknya, dan kedua adiknya. Disaat anak –
anak disekitarnya telah mengenal FB,Twitter dan hal – hal modern
lainnya, jarot masih berpeluh – peluh menuai rupiah diperempatan jalan
dan lampu merah terdekat. Tidak jarang ancaman preman dan satpol PP
menjadi momok yang menakutkan baginya. Jarot adalah potret bangsa yang
tidak dimunculkan kepermukaan. Tak akan pernah ada orang yang mau
menengok keadaannya dan mengulurkan bantuan. Setidaknnya itu yang
diajarkan emaknya selama bertahun – tahun.
Pagi
ini jarot kembali melewati pemukiman orang – orang kaya. Orang – orang
yang tidak akan sudi memakan singkong sebagai menu sarapan mereka.
Dipemukinan tersebut terletak sekolah yang sangat megah. Mereka yang
bersekolah disana adalah anak- anak yang berperawakan bersih dan
terawat. “SEKOLAH HARAPAN BANGSA” begitu yang terpampang didepan
pagarnya, lengkap dengan spanduk berderetkan prestasi sekolah tersebut
dengan berbagai penghargaan di bermacam ajang yang bahkan jarot belum
bisa membacanya. Ia selalu menatap lama bangunan sekolah ini. Ia merasa
iri, ingin rasanya ia mendapatkan permata – permata ilmu yang
diimpikannya. Tapi itu hanya sejenak sebelum ia diusir satpam yang
berkata “heh gembel, pergi sana!”
“Empat
mata bicara padamu tuk katakan aku cinta kamu”, lagu yang sama telah ia
nyanyikan hinggga siang ini. Bukan karena suaranya tidak bagus, tetapi
karena jarot tidak hapal lagu lainya. Lagu itu diajarkan oleh teman –
teman satu anak jalanan yang sama – sama mengamen disana. “Cuma dapet
8000, aduh” guman jarot. Bisa bilang apa dia keemaknya nanti. Kembali ia
melamun tentang dirinya yang bersekolah.
Lamunanya
terusik oleh teriakan teman – temannya “satpol PP datang,
kabuurrrrrrr!!” dengan tergopoh – gopoh ia kemas uang – uangnya dan
peralatannya dan segera melesat kabur dari kejaran satpol PP. “gembel!
Berhenti lu” teriak satpol yang mengejarnya. Hari ini ia kurang
beruntung. Ia terseok – seok masuk sawah dan tercebur kesungai kotor.
“mereka gak akan menemukanku disini” ujar jarot. Ia pun menunggu hingga
petang tiba disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar