GOOD
PRACTICE OF MATHEMATICS TEACHING THROUGH LESSON STUDY AND TEACHERS PROFESSIONAL
DEVELOPMENT
By:
Dr.
Marsigit
Department
of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science, the
Yogyakarta State University
Reviewed by: Seto
Marsudi (09301241009)
Lesson Study dikembangkan di mana guru, bekerja sama dengan dosen dan
Ahli Jepang, mencoba beberapa model pengajaran di sekolah. Para dosen
dari Program
Pelatihan Guru dan guru sekolah bekerja bersama-sama dan merancang beberapa kali
Lesson Study. Dasar kegiatan Lesson Study yakni mencerminkan dan mempromosikan paradigma baru
dari pendidikan sekunder matematika dan sains, di mana kegiatan belajar tidak hanya dirasakan pragmatis dan
berorientasi waktu singkat, tetapi juga bertujuan sepanjang hayat.Kegiatan Lesson Studi membebaskan guru untuk merefleksi dan mengevaluasi, bekerja sama dengan dosen atau guru lain, paradigma mereka dalam mengajar. Pendekatan Lesson Study melingkupi (a) kerjasama antara siswa dalam belajar, (b) pengajaran dan pembelajaran kontekstual, (c) keterampilan hidup, (d) kegiatan aktif, (e) proses yang interaktif berorientasi kepada kurikulum dan pengembangan silabus, dan ( f) kebebasan dari guru dan siswa. Dari tiga lokasi penelitian, dihasilkan gagasan peningkatan pendidikan, dalam hal guru, siswa, dan dosen.
Proyek Lesson Study terbukti sangat efektif dalam mengangkat semangat siswa dalam belajar sains, membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan eksperimental dan diskusi mereka, dan memberikan kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan konsep ilmiah mereka sendiri. Tercatat pula bahwa dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme, siswa dapat menemukan gaya belajar terbaik mereka. Persaingan meningkat antara kelompok-kelompok siswa dalam mempresentasikan hasil pekerjaan mereka dan dalam mempertahankan presentasi mereka. Ini memaksa siswa untuk belajar teori lebih dan lebih untuk kepentingan mereka sendiri. Sebagai hasil dari kegiatan Lesson Study ada banyak bahan pengajaran yang dikembangkan baik oleh dosen maupun oleh guru. Materi tersebut baik yang dikembangkan oleh dosen atau guru di kelas mereka sendiri atau oleh dosen dan guru bersama-sama selama kegiatan Lesson Study. Secara umum, dosen dan / atau guru mengembangkan materi mengajar setelah berpikir luas apa dan bagaimana mengembangkan bahan ajar untuk topik tertentu, dan kemudian mengembangkan bahan. Selanjutnya, mereka mencoba bahan-bahan pengajaran dalam kelas mereka dan direvisi yang didasarkan pada hasil uji coba.
Dalam mengembangkan metode belajar mengajar, guru perlu merencanakan skenario mengajar, merencanakan kegiatan siswa, merencanakan peran guru, mendistribusikan tugas, mengembangkan metode penilaian, dan memantau kemajuan prestasi siswa. Untuk mengembangkan pengalaman mereka, para guru juga perlu berpartisipasi lebih sering dalam berbagai lokakarya atau seminar. Dengan menggunakan bahan-bahan pengajaran guru-guru dapat melakukan proses belajar mengajar lebih efisien. Siswa menikmati proses belajar mereka karena mereka terlibat dalam mengamati dan melakukan hal-hal. Bahan pengajaran tersebut juga meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa dalam mempelajari bahan. Meskipun ada berbagai jenis bahan mengajar yang telah dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan Lesson Study, masih banyak topik lagi yang masih memerlukan bahan pengajaran yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar