Kamis, 15 September 2011

Resume of DEVELOPING SCHOOL-BASED CURRICULUM FOR JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICS IN INDONESIA By Dr. Marsigit M.A


DEVELOPING SCHOOL-BASED CURRICULUM
FOR JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICS
IN INDONESIA
By
Dr. Marsigit M.A
Faculty of Mathematics and Science, the State University of Yogyakarta, Indonesia

Reviewed by: Seto Marsudi (09301241009)
Mathematics Education Regular 2009
(http://rasamalaempat.blogspot.com/)

Tujuan dari sistem pendidikan, meliputi: (1) meningkatkan pengabdian penuh kepada Allah SWT, (2) mengembangkan kecerdasan dan keterampilan individu; (3) mendorong sikap positif kemandirian dan pengembangan, (4) memastikan bahwa semua anak mampu membaca. Namun, pada tahun 1984, bukti menunjukkan bahwa pendekatan ini dianggap tidak mampu memobilisasi sumber daya dan untuk menjadi model untuk aplikasi nasional. Saat ini studi tentang matematika dan ilmu pendidikan di Indonesia memiliki indikasi bahwa prestasi anak dalam mata pelajaran matematika dan sains sangat rendah, seperti ditunjukkan oleh hasil Ujian Nasional tahun ke tahun baik di Sekolah Dasar dan Menengah.
 
Pengembangan kurikulum membutuhkan kajian komprehensif dan mendalam dari semua aspek yang terlibat di dalamnya. Perhatian utama dalam mengembangkan kurikulum matematika adalah untuk memastikan bahwa kurikulum proses belajar mengajar mencerminkan yang telah diatur sebelumnya. Pemerintah Indonesia telah mengembangkan Pembelajaran dan pengajaran kontekstual (CTL) sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung implementasi Sekolah Berbasis Kurikulum, artinya pemerintah mendorong para guru untuk mengembangkan kecakapan hidup siswa dengan menggunakan secara optimal lingkungan untuk mendukung kegiatan siswa.

Peran guru dalam kegiatan belajar mengajar matematika dapat diuraikan dari sifat matematika sekolah sebagai berikut: matematika adalah mencari pola dan hubungan, matematika adalah kegiatan kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan, matematika adalah cara memecahkan masalah, matematika adalah sarana mengkomunikasikan informasi atau ide. Implikasi bagi guru matematika untuk mengelola kelas adalah sebagai berikut: siswa belajar paling baik ketika mereka termotivasi, siswa belajar dengan cara yang unik, siswa belajar baik secara mandiri maupun melalui kerjasama, siswa mengkonsolidasikan pembelajaran mereka dengan memenuhi gagasan yang sama dalam konteks yang berbeda .

Program monitoring telah ditetapkan menyebar ke beberapa wilayah yang berbeda dari provinsi yang berbeda untuk menyelidiki dan mengidentifikasi sejauh mana kekuatan, kelemahan, dan kendala dari pelaksanaan kurikulum baru. Disarankan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika, pemerintah pusat perlu: (1) mendefinisikan kembali peran guru yaitu memfasilitasi kebutuhan siswa untuk belajar, (2) mendefinisikan kembali peran kepala sekolah yaitu mendukung pengembangan profesional guru dengan memungkinkan mereka untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam ilmiah, pertemuan dan pelatihan, (3) mendefinisikan kembali peran sekolah yaitu mempromosikan manajemen berbasis sekolah, (4) mendefinisikan kembali peran pengawas yaitu perlu memiliki latar belakang yang sama dengan guru yang mereka awasi agar dapat melakukan supervisi akademik, (5) mempromosikan kolaborasi yang lebih baik antara sekolah dan universitas (6)  mendefinisikan sistem evaluasi nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar