Rabu, 02 November 2011

Resume of MATHEMATICAL THINKING ACROSS MULTILATERAL CULTURE


MATHEMATICAL THINKING ACROSS MULTILATERAL CULTURE
By Marsigit*)
Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science, Yogyakarta State University

Reviewed by: Seto Marsudi (09301241009)
Mathematics Education Regular 2009
(
http://rasamalaempat.blogspot.com/)

Pemikiran Matematika adalah dasar untuk berbagai jenis pemikiran, dan dengan mempelajari matematika siswa dapat belajar mode berpikir logis dan rasional. Matematika pun memiliki rentang aplikasi yang sangat luas termasuk fisika, statistik dan ekonomi.

1.
Konteks Australia: karya Stacey Kaye
Mampu menggunakan pemikiran matematika dalam memecahkan masalah (Stacey, K. 2006), adalah salah satu yang paling mendasar dari tujuan mengajar matematika. Ini adalah tujuan akhir dari ajaran bahwa siswa akan mampu melakukan investigasi matematika sendiri, dan bahwa mereka akan mampu mengidentifikasi mana matematika yang telah mereka pelajari dapat diterapkan dalam situasi dunia nyata. Dia menunjukkan bahwa pemikiran matematika adalah penting dalam tiga cara: sebagai tujuan pendidikan, sebagai cara belajar matematika dan untuk mengajar matematika.

2. Konteks Inggris: karya David Tall
David Tall (2006) berpendapat bahwa ketika guru berusaha untuk meningkatkan kinerja pada tes, ada kesadaran bahwa berlatih prosedur untuk dapat melakukan tes dengan lancar tidak cukup untuk mengembangkan pemikiran matematika yang kuat.

3. Konteks Taiwan: karya Fou Lai Lin
Fou Lai Lin (2006) telah mengembangkan kerangka kerja untuk merancang kegiatan conjecturing dalam berpikir matematika. Ia mengelaborasi entri-entri dari conjecturing dan membuktikan bahwa dalam pemikiran matematika conjecturing merupakan proses yang diperlukan pemecahan masalah, mengembangkan kompetensi membuktikan dan memfasilitasi operasi prosedural.

4. Konteks Jepang: karya Katagiri
Katagiri, S. (2004) menegaskan bahwa kemampuan yang paling penting bahwa anak-anak perlu dapatkan saat ini dan di masa depan, sebagai masyarakat, ilmu pengetahuan, dan memajukan teknologi secara dramatis, bukan kemampuan untuk benar dan cepat melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan dan perintah, melainkan kemampuan untuk menentukan sendiri apa yang harus mereka lakukan atau apa yang mereka harus menggugah diri dengan melakukan.




5. Konteks Singapura: karya Yeap Ban Har
Yeap Ban Har (2006) menggambarkan bahwa, di Singapura, pendidikan memiliki fungsi ekonomi. Pendidikan dianggap sebagai mempersiapkan siswa untuk mengembangkan kompetensi dimana kebutuhan tenaga kerja di masa depan dipenuhi.

6. Konteks Malaysia: karya Lim Sam Chap
Dalam awal penelitiannya, Lim Sam Chap (2005) belajar bahwa untuk konteks Malaysia, \ tampaknya menyoroti tiga komponen utama dari berpikir matematika: a) matematika konten / pengetahuan; b) operasi mental, dan c) predisposisi.

7. Konteks Indonesia: karya Marsigit et.al
Marsigit et al (2007) menjelaskan bahwa Peraturan Sisdiknas No 20 tahun 2003 menegaskan bahwa Sistem pendidikan Indonesia harus mengembangkan kecerdasan dan keterampilan individu, mempromosikan perilaku yang baik, patriotisme, dan tanggung jawab sosial, harus mendorong sikap positif dari kemandirian dan pembangunan. Meningkatkan kualitas pengajaran adalah salah satu tugas yang paling penting dalam meningkatkan standar pendidikan di Indonesia.

Pemikiran matematika memiliki arti banyak hal untuk banyak pendidik. Ada beberapa fitur di mana kita dapat mempromosikan pemikiran matematika seperti sebagai berikut:
1. Fitur pertama adalah reorganisasi melalui mathematisasi dengan berpikir reflektif.
2. Fitur kedua adalah akuisisi dan menggunakan konsep matematika pada dunia yang ideal
3. Fitur ketiga adalah belajar bagaimana untuk belajar, mengembangkan dan menggunakan matematika dalam dua jenis belajar sebelumnya.
4. Berbagi ide dan cara berpikir matematika yang diperlukan bagi ilmu pengetahuan, pertumbuhan teknologi, ekonomi dan pembangunan
5. Mengembangkan pendekatan pengajaran matematika pada pemikiran melalui Lesson Study
6. Mengembangkan jaringan untuk berbagi ide tentang melakukan matematika pemikiran di tingkat nasional, regional atau internasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar