PURSUING GOOD PRACTICE OF SECONDARY
MATHEMATICS EDUCATION THROUGH LESSON STUDIES IN INDONESIA
Marsigit
Department of Mathematics
Education, Faculty of Mathematics and Science,
the State University of
Yogyakarta, Indonesia
Reviewed by: Seto Marsudi (09301241009)
Studi saat ini tentang praktik mengajar matematika di Indonesia menunjukkan bahwa di
bawah pelaksanaan Kurikulum 1994, keterampilan
mem proses
siswa dan prestasi siswa masih rendah; materi
isi di
Matematika penuh sesak, terlalu banyak
waktu termakan untuk ketentuan administrasi bagi guru; ada ketidakcocokan
antara tujuan pendidikan, kurikulum, dan sistem Ujian Nasional.Praktek mengajar matematika yang teramati pada periode tahun 2001-2003 juga menunjukkan bahwa banyak guru masih kesulitan dalam menjabarkan silabus, sejumlah topik matematika dianggap sulit bagi guru untuk diajarkan; sejumlah besar anak-anak menganggap beberapa topik matematika sulit untuk dimengerti; guru menganggap bahwa mereka masih membutuhkan panduan untuk melakukan proses pengajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dari ilmu pengetahuan.
Lesson Study dikembangkan di mana guru, bekerja sama dengan Dosen dan para Ahli dari Jepang, mencoba beberapa model mengajar di sekolah. Para Dosen dari Program Pelatihan Guru dan Guru Sekolah bekerja bersama-sama, menyelenggarakan beberapa kali Lesson Study. Dasar kegiatan Lesson Study mencerminkan dan mempromosikan paradigma baru dari pendidikan ilmu pengetahuan sains dan matematika sekolah menengah, di mana kegiatan belajar tidak hanya dirasakan pragmatis dan berorientasi waktu singkat tetapi juga dianggap sebagai tujuan hidup dalam jangka waktu yang lama.
Ada bukti kuat bahwa kegiatan Lesson Study meningkatkan antusiasme siswa, motivasi, kegiatan, dan kinerja. Hal ini juga meningkatkan profesionalisme guru dalam hal kinerja mengajar, variasi metode pengajaran / pendekatan, kolaborasi. Dosen bisa tahu lebih banyak tentang masalah yang dihadapi oleh guru. Dibutuhkan waktu bagi guru untuk bergeser dari berpusat kepada guru kepada berpusat kepada siswa. Guru mengembangkan metode pengajaran yang didasarkan lebih banyak kegiatan yang terlibat dan memanfaatkan bahan lokal di kehidupan sehari-hari. Siswa belajar aktif dan terlibat dalam diskusi untuk berbagi ide di antara teman-teman sekelas. Siswa belajar dan menikmati ilmu matematika selama kegiatan Lesson Study karena beberapa alasan. Menurut respon siswa, pelajaran menjadi tidak begitu formal, isinya lebih mudah untuk dipelajari, siswa dapat mengekspresikan ide mereka, siswa punya banyak waktu untuk diskusi dengan teman sekelas mereka, lebih banyak percobaan di sains dan matematika. Guru mendapat metode alternatif untuk membiarkan siswa belajar dan membangun konsepnya sendiri.
Proyek Lesson Study terbukti sangat efektif dalam mengangkat antusiasme siswa dalam belajar sains, membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan eksperimental dan diskusi, memberikan kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan konsep ilmiah mereka sendiri. Dilaporkan juga bahwa dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme, siswa mungkin menemukan gaya terbaik mereka belajar. Persaingan meningkat antara kelompok-kelompok siswa dalam mempresentasikan hasil pekerjaan mereka dan mempertahankan presentasi mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar